Pembenihan Lobster Air Tawar


Pertanianku – Perkembangan budi daya lobster air tawar di Indonesia belum maksimal. Hal itu karena sulitnya memperoleh benih yang dari alam. Oleh karena itu, tidak banyak daerah yang mampu memproduksi lobster air tawar sehingga peluang usaha pembenihan lobster dapat dikembangkan secara maksimal. Tentu saja pembenihan lobster harus diimbangi dengan pengembangan budi daya lobster konsumsinya.

Pembenihan Lobster Air Tawar

A. Peluang Usaha

Permintaan benih lobster cukup tinggi sehingga peluang pasarnya pun semakin terbuka. Usaha pembenihan lobster air tawar (Cherax sp.) dapat dilakukan di mana saja, seperti kolam, akuarium, atau bak berukuran kecil. Selain itu, usaha pembenihan lobster tidak harus dimulai dari lahan yang luas.

B. Memulai usaha

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan dalam memulai usaha pembenihan lobster air tawar di bak.

  • Pilih lokasi usaha pemijahan yang memiliki sumber air yang cukup dengan pH 6,5—8,5; suhu 24—32° C; oksigen terlarut 3 ppm; dan tidak tercemar.
  • Siapkan kolam induk, pemijahan, dan penetasan telur.
  • Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti water heater/lampu pemanas, pompa air, termometer, dan pH kit.
  • Lakukan seleksi induk yang telah matang gonad. Perbandingan pemijahan antara induk jantan dan betina.

C. Kendala

Berikut beberapa Kendala dalam usaha pembenihan lobster.

  • Harga tidak stabil jika produksi berlebih.
  • Ketersediaan induk yang berkualitas masih sangat terbatas dan harganya cukup mahal.

D. Strategi

  • Untuk pemijahan, pilih induk lobster yang telah berumur lebih dari 1 tahun. Induk tersebut dapat menghasilkan telur yang maksimal sehingga benihnya lebih baik.
  • Beri aerasi pada bak pemeliharaan induk sebagai tambahan oksigen ke air. Air yang masuk ke dalam kolam induk juga dapat dibuat dengan sistem resirkulasi.
  • Masukkan induk ke dalam kolam pemijahan. Jika berjalan lancar, beberapa hari kemudian akan terjadi perkawinan dan menghasilkan telur sekitar 150—4.000 butir. Pemijahannya dalam setahun bisa terjadi 3 kali.
  • Pisahkan telur dan induk lobster. Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam jangka waktu 24—36 jam.
  • Berikan pakan alami untuk larva seperti tubifex dan rotifera sebanyak 1% dari bobot larva.
  • Lakukan pergantian air pembenihan bersamaan dengan penyiponan untuk membersihkan sisa pakan.
  • Cari tahu lokasi usaha pembenihan lobster sebagai bahan perbandingan.
Baca Juga:  Kuliner Perikanan di Palembang Kian Populer

Sumber:Buku 33 Bisnis Perikanan

loading...
loading...