Pembesaran Udang Vanamei di Tambak


Pertanianku – Pemerintah terus meningkatkan produksi perikanan nasional dengan memanfaatkan lahan-lahan terlantar seperti di daerah Sulawesi Selatan (Sulsel). Indonesia menjadikan Sulsel sebagai wilayah percontohan tambak udang, termasuk udang vanamei. Ini dilakukan untuk menangkap potensi seiring kenaikan permintaan dan harga udang di pasar internasional.

Pembesaran Udang Vanamei di Tambak

Termasuk juga Sulawesi Tengah, bila dapat tercipta iklim yang kondusif untuk berinvestasi, daerah ini akan menjadi salah satu penghasil udang terkemuka di negeri ini ke depannya dan paling tidak bisa memproduksi udang sebanyak 200.000 ton per tahun

A. Peluang usaha

Keberadaan udang vanamei cukup baik sebagai upaya untuk membantu dalam mempertahankan produksi udang. Udang vanamei banyak diminati masyarakat dan harganya relatif stabil. Udang ini lebih tahan penyakit dibandingkan dengan udang windu. Oleh karena itu, peluang usaha pembesarannya masih terbuka lebar.

B. Memulai usaha

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan dalam memulai usaha pembesaran udang vanamei.

  • Pilih lokasi usaha yang airnya bersalinitas 15—35 ppt; pH 7,5—8,5; suhu 24—32o C; dan tidak tercemar.
  • Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti salinometer, termometer, pH meter, dan tes kit kualitas air.
  • Buatlah tambak dengan ukuran 2.000—3.000 m2. Buat tambak tradisional-plus tanpa menggunakan kincir.
  • Olah tanah dasar tambak dengan cara dicangkul dan dikeringkan. Setelah itu, lakukan pemupukan dengan pupuk kandang 250g/m2, pupuk urea 5 g/m2, dan TSP 5 g/m2.
  • Isi tambak dengan air payau setinggi 80 cm.
  • Tebar benur/tokolan dengan kepadatan tebar 20—150 ekor/m2.

C. Kendala

  • Perairan yang terpolusi kurang mendukung usaha ini.
  • Sering ada serangan penyakit yang menyebabkan kematian.
  • Ketersediaan benih masih terbatas.

D. STRATEGI

  • Berikan pakan alami berupa plankton dan pelet sebanyak 3—5% dari bobot udang dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.
  • Gunakan sistem resirkulasi tertutup.
  • Lakukan pencegahan dengan memberikan probiotik sesuai dosis anjuran.
  • Lakukan panen setelah udang dipelihara selama 3—4 bulan.
Baca Juga:  Kuliner Perikanan di Palembang Kian Populer

E. Pasar

Permintaan udang vanamei dari luar negeri mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada semester pertama tahun 2013, nilai ekspor udang Indonesia sebesar US$723,6 juta atau 36,7% dari total ekspor perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa udang Vanamei Nusantara 1 (VN-1) bakal menjadi komoditas andalan Indonesia saat mulai diberlakukannya pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Dengan demikian, udang windu memiliki prospek pasar yang sangat bagus dan menguntungkan.

 

Sumber: Buku 33 Bisnis Perikanan

 

 

loading...
loading...
SHARE
Previous articleSejarah Kucing
Next articlePemeliharaan Ayam Dara