Pembibitan Tanaman Kakao dengan Teknik Sambung

Pertanianku— Tanaman kakao dapat diperbanyak dengan teknik sambung (grafting) yang dilakukan di polibag. Pembibitan teknik sambung hampir sama seperti pembibitan  tanaman kakao dengan teknik okulasi, hanya saja pada teknik ini menggunakan sungkup plastik dan tingkat naungan yang lebih intensif. Sungkup plastik berguna untuk mengendalikan transpirasi.

pembibitan tanaman kakao
Foto: pixabay

Batang yang digunakan sebagai batang bawah sebaiknya merupakan bibit yang jagur (besar) pertumbuhannya dan memiliki sistem perakaran yang kuat. Pasalnya, Anda membutuhkan dua bagian batang, yaitu bagian atas dan bagian bawah yang saling menguntungkan antara kekebalan terhadap penyakit dan tingginya produksi.

Sementara itu, untuk batang atas berasal dari ujung-ujung cabang yang ditandai dengan daun yang sudah cukup luas dan berwarna hijau tua. Cabang tersebut sebaiknya hanya menumbuhkan 2–3 helai daun. Polibag yang digunakan berukuran 45 cm × 30 cm.

Berikut ini langkah-langkah pembibitan tanaman kakao dengan teknik sambung.

  • Panjang ruas batang atas yang digunakan sekitar 10–20 cm, lalu setengah bagian daun dipotong.
  • Pada bagian ujung ruas batang atas dipotong berbentuk runcing, kemudian rendam bagian tersebut ke dalam air.
  • Pada hari yang sama, bagian batang bawah dipotong dan dibelah kurang lebih 5–10 cm.
  • Ruas yang sudah dipilih sebagai batang atas kemudian diselipkan ke batang yang dibelah dan segera ikat padat dengan pita plastik.
  • Selanjutnya, polibag disungkup dengan kantong plsatik, lalu diletakkan di daerah yang ternaungi.

Teknik sambungan pada pembibitan kakao terus berkembang, terutama dalam usaha yang menyediakan bahan tanam dalam jumlah banyak dengan skala laboratorium.

Teknik sambungan terbaru, seperti cleft grafting, lateral grafting, nurse seed grafting, dan chip budding dapat dilakukan dengan menggunakan batang bawah yang masih dalam tahap perkecambahan. Teknik-teknik tersebut merupakan teknik vegetatif yang bermanfaat menghasilkan bahan tanam yang seragam.

Baca Juga:  Atasi Asam Urat dengan Buah Adas

Proses pembibitan dengan teknik sambungan dan setek memang terbilang lebih berat dibanding pembibitan dari biji. Prosesnya harus dilakukan sesuai dengan langkah yang sudah dianjurkan.

Anda perlu menyediakan pohon pelindung di areal pembibitan yang dapat mendukung keberhasilan. Pohon pelindung tersebut harus terbebas dari serangan hama dan penyakit. Pembibitan sebaiknya dilakukan pada lokasi yang datar dan aman dari kerusakan yang disebabkan oleh angin, sinar matahari langsung, serta hewan ataupun ternak.