Pembinaan Petani Garam Harus Serius


Pertanianku – Salah satu persoalan kelangkaan garam di tanah air terjadi karena kurangnya pembinaan petani garam. Karena tidak adanya pembinaan yang baik, membuat produksi garam semakin lama semakin menurun. Hal tersebut tentu saja membuat produksi garam yang ada tidak bisa mencukupi kebutuhan garam dalam negeri.

“Harusnya gentle, oke memang kami (pemerintah) masih abai melakukan pembinaan petani ke depan kami akan serius, itu baru gentle. Kalau bilang kartel, sama saja menakuti anak-anak hati-hati di sana ada hantu susah membuktikan,” jelas pengamat dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar melansir dari Kompas (11/8).

Pasalnya, pembinaan terhadap petani garam harus dilakukan agar mendorong swasta berminat mengembangkan industri garam tanah air. “Swasta kalau untungnya tidak terlalu besar tetapi jika diberi kemudahan yang baik-baik saya rasa mau masuk,” paparnya.

Hermanto menegaskan, agar pemerintah tidak mencari kesalahan pihak lain, tetapi mengakui kesalahannya dan memperbaiki agar kelangkaan garam tidak terjadi di kemudian hari.

“Jadi kalau sudah ada masalah karena tidak tercapai target yang dituduh itu kartel, yang dituduh itu mafia yang memang tidak bisa dibuktikan dan jangan seperti itu,” lanjutnya.

Hermanto menilai, persoalan garam yang terjadi seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah dengan melakukan perhitungan antara produksi garam nasional dan tingkat kebutuhan garam.

“Kelangkaan sebenarnya sangat sangat sangat bisa diprediksi, konsumsi per kapitanya relatif tidak berubah, tetapi satu hal adalah penduduknya terus bertambah jumlah rumah tangganya juga bertambah. Total kebutuhannya gampang diprediksi setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim Abdul Halim mengatakan, diperlukan sinergitas dan langkah yang tepat dari pemerintah dalam mengembangkan produksi garam nasional.

Baca Juga:  Jokowi Terapkan Konsep Korporasi Petani
loading...
loading...