Pembudidaya Ikan di Banyumas Kembangkan Budidaya Ikan Sidat

Pertanianku – Salah satu daerah yang banyak mengembangkan budidaya ikan sidat terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Masyarakat di daerah tersebut banyak yang tertarik mengembangkan budidaya ikan sidat karena harga jualnya tinggi dan memiliki pangsa ekspor yang masih terbuka lebar.

“Saya baru mencoba budidaya sidat dalam satu tahun terakhir, namun belum bisa panen,” kata Emi Wijayanti, seorang pembudidaya ikan di daerah tersebut.

Lebih lanjut Emi mengatakan bahwa, pemeliharaan ikan sidat terbilang cukup mudah. Bahkan, dalam beberapa pekan, ikan sudah dapat dipanen.

Emi mengaku ketertarikannya untuk membudidayakan sidat itu muncul setelah mengetahui hasil panen sejumlah pembudidaya di Banyumas dan tingginya harga jual ikan tersebut.

Emi berujar, ada beberapa pembudidaya yang sudah mengekspor sidat ke Jepang.

“Saya sudah cukup lama membudidayakan ikan dan sampai saat ini memiliki 14 kolam permanen, dua kolam di antaranya digunakan untuk sidat, sedangkan kolam lainnya diisi ikan mas, tawes, dan sebagainya. Saya masih mencoba-coba, kalau memang proses budidaya sidat lebih mudah, ya akan diteruskan, apalagi harga jualnya cukup tinggi,” lanjutnya.

Meskipun baru satu kali membudidayakan sidat, dia mengakui jika perawatan ikan tersebut jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan gurami.

Menurutnya, ikan gurami mudah terkena penyakit dan kadang mudah mati ketika dipindahkan ke kolam yang lain.

“Kemarin, saya coba pindahkan sidat-sidat itu ke kolam lain, Alhamdulillah tidak ada masalah. Risiko kematiannya kecil,” katanya.

Sebelumnya, Achmad Husein selaku Bupati Banyumas mengatakan sidat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berpeluang untuk diekspor.

“Kalau diekspor, harganya bisa mencapai Rp400.000—Rp500.000 per kg. Nilai ekonominya tinggi namun ketentuan kualitas sidat yang akan diekspor sangat ketat sehingga sementara ini hanya untuk konsumsi lokal saja,” ujarnya usai membuka Pelatihan Usaha Pembesaran Ikan Sidat Kerja Sama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas dan Kampung Sidat Brilian di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, beberapa waktu lalu, seperti mengutip Antaranews (9/5).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa harga sidat untuk konsumsi lokal hanya berkisar Rp120.000—Rp150.000 per kg.

Selain itu, kata dia, sidat juga memiliki keunggulan berupa kandungan gizi atau protein yang sangat tinggi.

loading...
loading...