Pembungkusan Buah Mangga yang Benar dan Tepat

Pertanianku Pembungkusan buah mangga sering dilakukan oleh petani untuk melindungi buah dari serangan hama yang dapat merusak, seperti lalat buah, ulat penggerek, dan codot. Selain itu, pembungkusan mampu melindungi buah dari kerusakan mekanis yang disebabkan oleh memar akibat benturan, sengatan matahari langsung, dan sekaligus mencerahkan warna kulit buah.

pembungkusan buah mangga
foto: Pertanianku

Biasanya petani menggunakan kertas koran untuk membungkus buah mangga karena mampu menahan sinar matahari, menjaga kelembapan udara di dalam bungkusan, dan biayanya relatif murah.

Pembungkusan buah mangga tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini karena bisa saja menjadi sia-sia apabila buah mangga sudah lebih dulu terserang hama atau rusak.

Seperti lalat buah, hama ini menyerang buah mangga yang masih berukuran kecil dengan cara menusukkan telurnya ke dalam daging buah. Tanda-tanda serangan lalat buah tidak bisa dilihat secara sepintas. Oleh karena itu, banyak petani yang tidak sadar buah mangga sudah terserang hama meski ukurannya masih kecil.

Berikut ini cara membungkus buah mangga yang benar dan tepat sehingga mampu melindungi buah.

  1. Lakukan penjarangan buah dengan cara membuang buah-buah yang terlihat kurus agar nutrisi bisa dialirkan ke buah yang lebih bagus. Selain itu, penjarangan juga berguna untuk mencegah pertumbuhan buah terlalu rapat sehingga bisa menyebabkan perkembangan buah menjadi tidak sempurna.
  2. Atur posisi buah agar tidak saling bergesekan atau tidak terjepit oleh ranting pohon. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit buah mangga menjadi cacat sehingga penampilannya menjadi buruk dan buah lebih rentan terserang infeksi penyakit dari luar.
  3. Pembungkusan bisa dilakukan saat buah sudah berukuran 10 cm atau sebesar kelereng. Siapkan koran, lalu lipat menjadi dua, sisi bawahnya dilipat miring dan dilem atau distapler. Sementara itu, bagian sisi sampingnya yang masih terbuka dilipat, lalu dilem atau distapler. Setelah buah terbungkus, bagian sisi atas kantung dilipat miring, sejajar dengan sisi bawah, lalu dilem atau distapler.
  4. Setelah pembungkus terpasang pada buah, Anda perlu memberikan tanda waktu panen agar buah tidak terlambat dipanen. Buah yang terlambat dapat menyebabkan kualitas, rasa, serta tekstur daging menjadi kurang lezat.
Baca Juga:  Jenis Limbah Industri yang Dapat Diolah Menjadi Kompos