Pemeliharaan Ayam Elba


Pertanianku – Ayam elba yang telah berumur 4,5—5 bulan sudah termasuk ayam yang siap untuk berproduksi. Oleh karena itu, jika ayam dipelihara dari umur di bawah empat bulan, perawatannya harus baik sehingga ayam yang dihasilkan benar-benar ayam produktif. Sementara itu, jika ayam dibeli dari umur 4,5—5 bulan, berarti perlu dilakukan seleksi agar ayam yang didapat bukan ayam apkiran atau ayam dengan produktivitasnya rendah. Jadi, seleksi harus dilakukan seteliti mungkin.

Mengenal Lebih Jauh Ayam Elba

Ayam elba yang siap bertelur dan memiliki produktivitas tinggi memiliki ciri-ciri yang bisa dilihat dengan mata. Ciri-ciri tersebut antara lain badannya tidak terlalu besar, posisi ekor tegak, temperamennya mudah kaget, cakar tidak berbulu, jengger dan pial relatif besar, dan daun telinga berwarna putih. Namun, dilihat secara khusus, tinggi rendahnya produksi sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu bibit, pakan, dan manajemen pemeliharaan. Semuanya terkait satu sama lain sehingga jika salah satunya tidak terpenuhi, akan berpengaruh pada faktor lainnya. Sebagai gambaran, bibit yang digunakan jelek, biasanya pakan yang digunakan lebih boros atau bahkan nafsu makannya rendah. Secara otomatis manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak akan terlaksana dengan baik.

Periode bertelur pada ayam elba adalah periode yang menentukan keberhasilan usaha. Dengan demikian, agar produksi ayam tetap stabil, perlu dukungan dari pakan karena memang kebutuhan pakannya harus disesuaikan dengan kebutuhan ayam elba itu sendiri yang telah memasuki periode bertelur. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 dan pukul 14.00. Pakan diberikan dalam bentuk campuran antara konsentrat pabrik sebanyak 35%, dedak sebanyak 15%, dan jagung giling sebanyak 50%. Dalam fase ini, seekor ayam memerlukan pakan sekitar sekitar 70 g/hari.

Baca Juga:  Cara Ternak Kambing Potong Secara Modern dan Menguntungkan

Pemilihan jenis dedak perlu mendapat perhatian yang serius. Sebab kesalahan dalam memilih dedak akan menurunkan produksi telur. Jenis dedak yang diberikan adalah jenis dedak halus atau biasa disebut bekatul Untuk membedakannya, dedak dikepal kuat-kuat dengan tangan. Jika dedak halus, biasanya akan mengecil dan menggumpal padat. Sementara itu, dedak yang kasar tidak akan menggumpal padat, justru akan mengembang, bahkan menjadi hancur kembali.

Pakan jadi yang digunakan adalah pakan pabrik yang sudah banyak dijual di pasaran atau bisa juga disebut pakan layer. Pemilihan jenis pakan jadi ini perlu diperhatikan dengan baik karena dapat menurunkan produksi telur. Terkadang, ayam justru tidak mau bertelur karena cenderung menjadi ayam pedaging.

Kemudahan dalam pemberian pakan dapat diaplikasikan dengan menggunakan takaran. Jumlah yang diberikan untuk masing-masing ayam dapat ditimbang dengan takaran tertentu, misalnya gayung atau ember. Penimbangan tersebut cukup dilakukan sekali saja, selanjutnya tinggal mengaplikasikannya setiap kali memberi pakan.

Selain pakan, air minum juga harus diperhatikan. Air minum harus merupakan air yang bersih dan tidak mengandung bibit penyakit. Untuk itu, peternak harus memiliki sumber air bersih yang memadai dan mencukupi kebutuhan semua ayam yang dipelihara. Air juga harus diganti setiap hari. Hal itu untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri pembawa penyakit masuk ke dalam air dan terminum oleh ayam. Dengan demikian, risiko ayam terkena penyakit dapat dikurangi.

Sumber: Buku Ayam Elba Kampung Petelur

loading...
loading...