Pemeliharaan kesehatan Kelinci


Pertanianku – Memelihara kelinci memang mengasikan, bahkan terkadang bisa menguntungkan, Tapi bagaimana jika kelinci kita terserang penyakit? Berikut penyakit yang sering timbul dalam pemeliharaan kelinci.

Potensi Kelinci Sebagai Ternak Penghasil Daging

  • Bisul, terjadi karena penggumpalan darah di bawah kulit. Pengobatan yang bisa dilakukan yaitu membedah dan mengeluarkan darah dalam bisul. Untuk mencegah timbulnya infeksi, bekas luka sebaiknya dioleskan dengan Iodium.
  • Eksim, penyebabnya adalah kotoran yang menempel di kulit. Untuk pengobatan, salep atau bedak salicyl bisa digunakan.
  • Kudis, penyebabnya yaitu Darcoptes scabiei, ditandai dengan munculnya koreng di tubuh. Pengobatan kudis pada kelinci bisa dilakukan dengan salep antibiotik.
  • Mastitis, susu yang keluar tidak maksimal atau tidak dapat keluar. Selain itu, puting juga tampak mengeras dan panas jika dipegang. Hendaknya, kelinci dihindarkan untuk tidak menyapih anak terlalu mendadak.
  • Pilek, penyebabnya virus dengan gejala hidung berair. Untuk mengobati pilek, bisa dilakukan dengan menyemprotkan antiseptik pada hidung kelinci.
  • Radang paru-paru, penyebabnya bakteri Pasteurella multocida dengan gejala sesak napas serta mata dan telinga kebiruan. Pengobatannya bisa dilakukan dengan memberikan Sul-Q-nox.
  • Berak darah, penyebabnya protozoa Eimeira dengan gejala napsu makan hilang, berat badan terus menurun, perut membesar, dan diare darah. Jika kelinci terserang berak darah, segera obati dengan Sulfaquinxalin. Dosis yang digunakan 12 ml dalam 1 liter air. Aplikasinya dengan cara diminumkan.

 

Sumber : Budidaya 22 ternak potensial

loading...
loading...