Pemeliharaan Larva Patin di Bak Semen


Pertanianku – Bak pemeliharaan untuk larva patin dapat terbuat dari bak semen. Pemeliharaan larva patin di bak semen hendaknya dilakukan setelah benih patin mulai makan cacing sutera atau sekitar umur 10 hari dari penetasan. Jika pemeliharaan larva patin dilakukan setelah larva menetas (umur 1 hari) tingkat kematian atau mortalitas benih sangat tinggi.

Pemeliharaan Larva Patin di Bak Semen

Bak semen untuk pemeliharaan larva patin tersebut hendaknya ditempatkan di dalam ruangan tertutup dan terlindung. Tujuannya untuk mempertahankan suhu air dan ruangan tetap stabil. Jika pemeliharaan larva berada di ruang terbuka, maka pada wadah pemeliharaan tersebut di atas dan dindingnya diberi penutup atau pelindung berupa tutup plastik agar suhu di dalam wadah pemeliharaan tetap stabil. Pada bak semen tersebut dilengkapi dengan beberapa titik aerasi dan pemanas air (heater).

Bak semen yang umum digunakan untuk pemeliharaan larva patin berukuran lebar 1 m, panjang 2—4 meter dan tinggi 0,8 m. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan saluran pemasukan atau pengeluaran yang terbuat dari pipa paralon. Fungsi kedua seluran tersebut adalah untuk memudahkan pengeringan dan pengisian air. Tinggi air pada bak pemeliharaan larva patin dapat diatur mulai dari 20—50 cm.

Pemeliharaan larva patin di bak semen dilakukan sampai dengan benih ukuran 3/4—1 inci/ekor. Setelah benih mencapai ukuran tersebut, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lebih luas.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Agribisnis Patin

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor
loading...
loading...