Pemeliharaan Tanaman Kemiri


Pertanianku – Pemeliharaan pada kemiri meliputi beberapa kegiatan, yaitu pemupukan, penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, penyulaman, penjarangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan agar hasil yangdiinginkan sesuai dengan harapan.

  1. Pemupukan

Meskipun tanaman kemiri bisa tumbuh di tanah marginal, tanaman ini tetap memerlukan pemupukan secara rutin. Jenis pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang (organik) atau pupuk kimia (anorganik). Pemberian pupuk kandang dilakukan sekali setahun.

  1. Penyiraman

Kegiatan penyiraman perlu dilakukan untuk mencegah kekeringan pada tanaman muda dan mempermudah tanaman dalam mengambil zat hara yang diperlukan untuk tumbuh. Penyiraman dilakukan terutama pada saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman disesuaikandengan kondisi setempat, tetapi sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore hari.

  1. Penyiangan

Proses penyiangan di sekitar tanaman muda penting dilakukan untuk menghindari kompetisi unsur hara. Selain menganggu pertumbuhan tanaman, kehadiran gulma bisa menjadi sarang hama dan penyakit tanaman. Penyiangan perlu dilakukan secara intensif hingga tanaman berumur tiga tahun. Pada tahun pertama, penyiangan dilakukan setiap 1—2 bulan sekali. Dua tahun berikutnya, penyiangan dilakukan setiap bulan. Sementara itu, pada tahun selanjutnya, penyiangan dilakukan dengan cara pembabatan semak belukar yang mungkin tumbuh di sekitar tanaman.

  1. Penggemburan tanah

Tanah yang sering disiram akan semakin padat sehingga kandungan udara di dalamnya semakin sedikit. Hal tersebut bisa mengakibatkan akar tanaman tidak leluasa dalam menyerap unsur hara. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. Penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman.

  1. Penyulaman

Sering dijumpai pada lahan pembesaran, tanaman mati beberapa hari setelah ditanam atau tidak memperlihatkan pertumbuhan yang baik karena kurang sehat. Tanaman seperti ini perlu disulam dengan bibit yang baru dan sehat. Agar seragam, bibit yang dipakai untuk penyulaman harus berumur sama dengan tanaman sebelumnya. Oleh karena itu, bibit cadangan perlu disiapkan untuk persediaan penyulaman tersebut. Jumlah bibit cadangan sekitar 10% dari jumlah bibit yang ditanam. Penyulaman bisa dilakukan satu bulan setelah penanaman.

  1. Penjarangan
Baca Juga:  Saatnya Indonesia Dongkrak Daya Saing Kopi

Penjarangan tanaman perlu dilakukan jika tanaman yang seharusnya berproduksi tinggi ternyata memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Hal ini bisa dilakukan terhadap kebun yang ditanami pohon dengan jarak tanam rapat. Penjarangan dimulai setelah tanaman berumur lima tahun atau disesuaikan dengan kondisi tanaman.

 

Sumber: Buku 10 Tanaman Investasi Pendulang Rupiah

loading...
loading...