Pemerintah Amerika Akui Mariyuana Bisa Bunuh Sel Kanker, Bagaimana Di Indonesia?


Pertanianku – Mariyuana atau yang lebih dikenal ganja di Indonesia sendiri masih dianggap sebagai barang haram. Namun, berbeda halnya di Amerika Serikat (AS). Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh periset yang didanai oleh pemerintah AS. Bahkan, peneliti tersebut mengklaim bahwa mariyuana dapat membunuh sel kanker.

Foto: pixabay

Yang terjadi di Indonesia adalah kebalikannya. Ganja merupakan narkotika golongan I. Oleh karena itu, siapa pun yang memakai, menanam, dan memilikinya terancam hukuman penjara 5 sampai 20 tahun.

Sementara, pemerintah Amerika Serikat sejak 2015 telah mengakui manfaat ganja untuk membunuh sel-sel kanker. Padahal, sebelumnya Amerika menggolongkan ganja atau mariyuana ke dalam Schedule I Drugs, yaitu golongan obat atau zat kimia lain yang berpotensi tinggi disalahgunakan dan manfaat medisnya tidak diakui.

Pemerintah AS bisa jadi mulai mengenali ada komponen menguntungkan untuk pengobatan dari tumbuhan ganja atau mariyuana. Keputusan ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian kelompok riset yang didanai pemerintah AS. Kelompok penelitian ini yang mengklaim bahwa tanaman tersebut dapat membunuh sel kanker.

Seperti dilansir dari The Independent, The Daily Caller melaporkan National Institute on Drug Abuse (NIDA) telah mengeluarkan laporan yang mengakui manfaat kesehatan dari ganja. Padahal, sebelumnya pemerintah Amerika Serikat telah menolak fakta tersebut karena ganja masuk dalam klasifikasi Schedule I Drugs.

Schedule I Drugs merupakan zat atau bahan kimia yang termasuk obat, tetapi manfaat medisnya tidak diakui dan berpotensi tinggi untuk penyalahgunaan. Selain ganja, yang termasuk Schedule I Drugs adalah heroin, ekstasi, dan LSD. Obat-obatan ini merupakan yang paling berbahaya karena dapat menimbulkan ketergantungan psikologis dan psikis.

NIDA melaporkan studi terbaru yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa ganja dapat membunuh sel kanker tertentu dan mengurangi ukuran sel kanker. “Bukti pada studi yang dilakukan pada seekor tikus menunjukkan bahwa ekstrak dari seluruh tanaman ganja dapat mengecilkan salah satu jenis tumor otak yang paling serius,” kata salah satu pihak dari NIDA.

Baca Juga:  Yuk, Lihat Kandungan Baik dan Buruk pada Keju untuk Kesehatan

Penelitian pada tikus tersebut menunjukkan bahwa bila ekstrak ganja digunakan dengan radiasi ternyata dapat meningkatkan efek radiasi untuk membunuh kanker. Temuan tersebut membuat sejumlah negara bagian Amerika memungkinkan penggunaan ganja sebagai obat. Namun, pemerintah federal hingga kini masih melarang penggunaan tanaman tersebut.

Dalam situsnya, National Cancer Institute menyebutkan bahwa penelitian laboratorium dan hewan telah menunjukkan cannabinoid dapat membunuh sel kanker dan sekaligus melindungi sel normal.

“Zat aktif dalam ganja tersebut dapat menghambat pertumbuhan tumor dengan membunuh sel-sel aktif, menghalangi pertumbuhan sel dan menghambat pengembangan pembuluh darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh,” tulis periset.

Seperti melansir The Telegraph, bahan kimia dalam ganja tersebut terbukti efektif melawan kanker usus besar, kanker hati, kanker payudara, dan beberapa penyakit lain. Juga dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi, tanpa efek samping yang buruk.

Akankah di Indonesia kedepannya juga akan mengikuti langkah AS mengunakan ganja sebagai obat yang bisa membunuh sel kanker. Kita tunggu saja!

loading...
loading...