Pemerintah Dorong Daerah Kembangkan Florikultura


Pertanianku – Guna mengembangkan Florikultura, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mendorong daerah untuk mulai mengembangkannya karena melihat potensinya yang cukup besar tetapi belum digarap secara optimal. Padahal, florikultura memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB).

Florikultura meliputi tamanan lanskap, tanaman semusim, tanaman hias pot, ornamen kering, tanaman air, bunga, dan daun potong hingga tanaman agar-agar.

Menko Darmin mengatakan, terdapat beberapa indikator yang menunjukkan bahwa florikultura dan hortikultura mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Selain itu, iklim tropis di Indonesia yang memungkinkan banyak produk florikultura dan hortikultura di dunia bisa berkembang baik serta pasar yang masih terbuka.

Mengenai pasar produk florikultura, data menunjukkan ekspor komoditas tersebut di dunia masih dikuasai oleh Belanda, Kolombia, Equador, Ethiopia, Kenya, dan India. Selain itu, negara yang juga mulai menggeliat menjadi eksportir florikuktura adalah Thailand, Malaysia, Australia, Israel, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

Kontribusi ekspor produk florikultura bagi PDB di sejumlah negara tersebut bahkan ada yang sudah mencapai 40 persen. Karenanya, Darmin menargetkan, produk florikultura asal Indonesia harus mampu memberikan kontribusi besar pada PDB.

Ia juga meminta agar daerah mulai fokus membenahi tata cara praktik bertanam, pemeliharaan tanaman, hingga pemasaran yang lebih baik. Jika pengembangan itu serius dilakukan, Darmin yakin florikultura dapat berkontribusi signifikan dalam menyumbang angka pertumbuhan ekonomi.

“Saya harapkan semua provinsi, kabupaten, dan kota sentra sudah mulai fokus mengembangankan florikultura agar suatu saat industri ini mampu berbicara lebih banyak dalam kancah perdagangan dunia dan tentunya untuk perolehan devisa negara,” kata Darmin, seperti melansir Republika (26/7).

Baca Juga:  Begini Cara Pedagang Bunga di Rawa Belong Menjaga Bunga Tetap Segar
loading...
loading...