Pemerintah Gaungkan Panen 4 Kali Lewat Program IP 400

Pertanianku — Saat ini pemerintah mulai mengampanyekan budidaya padi IP 400. Kampanye tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Syahrul Yasin Limpo dan didukung oleh Presiden Joko Widodo. IP 400 adalah akronim dari indeks pertanaman (IP) 400. Artinya, hamparan sawah dimanfaatkan untuk empat kali penanaman dalam setahun sehingga akan melakukan panen 4 kali dalam setahun.

panen 4 kali
foto: PIxabay

Dulu, pola budidaya ini dianggap sulit, pasalnya sawah digunakan untuk menanam padi 4 kali dalam setahun secara maraton. Namun, saat ini pola budidaya tersebut mulai dilakukan karena adanya kemajuan sarana pertanian, seperti bendungan dan irigasi, mesin-mesin pertanian yang lebih mudah diakses, benih, pupuk, pestisida, serta bahan-bahan lain yang cepat terdistribusi. Pola tanam ini bisa dilakukan di beberapa kawasan yang dinilai berpotensial.

IP 400 akan dilakukan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gerakan tanam 4 kali dalam setahun dimulai dari Dusun Serut, Kelurahan Palbapang. Program tersebut dilakukan di atas lahan seluas beberapa puluh hektare. Wilayah tanamnya memang belum begitu besar karena masih dalam tahap percobaan pola tanam baru. Nantinya, kawasan pertanaman dengan pola ini akan diperluas hingga 5.000 hektare yang berada di seluruh Kabupaten Bantul.

Melansir dari Indonesia.go.id, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian, Eni Tauruslina Amarullah, telah melakukan penanaman bibit pertama. Penanaman tersebut merupakan tanda sebagai dimulainya gerakan panen 4 kali dalam setahun.

Bantul dianggap sebagai daerah yang cocok untuk diterapkan budidaya IP 400. Pasalnya, sebagian sawah di Bantul mendapatkan pengairan sepanjang tahun. Selain itu, sawah-sawah di daerah Bantul juga berada di atas hamparan yang relatif datar dan dapat memudahkan pekerjaan traktor pengolah tanah.

Baca Juga:  Mengatasi Serangan Ulat pada Tanaman Cabai

Bantul bukan merupakan daerah endemis hama dan penyakit padi. Syarat lain yang tidak kalah penting adalah tersedianya benih padi genjah berumur pendek.

Pola budidaya IP 400 merupakan gagasan lama yang sudah didiskusikan sejak 2008–2009, tetapi mulai diaplikasikan pada era Syahrul yasin Limpo. Ada sejumlah alasan yang membuat lebih visibel digunakan, yakni kebijakan food estate, penyelesaian proyek bendungan dan irigasi, serta adanya tunjangan oleh kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah sekitar 4–6 persen per tahun.

“Sektor pertanian menjadi prioritas di Kabupaten Bantul. Kami terus berusaha mengembangkan program pertanian agar bisa mensejahterakan masyarakat petani. Caranya dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian agar lebih baik dalam menghasilkan panenan. Maka, hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka tanam perdana padi dengan IP 400 di lahan 5.000 hektare,” papar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id.