Pemerintah Harus Waspadai Lonjakan Harga Bawang Jelang Ramadan


Pertanianku – Saat ini pemerintah diimbau waspada pada beberapa komoditas pangan yang merangkak naik jelang Ramadan. Pasalnya, jika tidak cepat tertangani, lonjakan harga yang sangat tinggi seperti yang terjadi pada cabai rawit merah beberapa waktu lalu bisa terjadi pada komoditas pangan lain.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengungkapkan, setidaknya ada tiga komoditas pangan yang berpotensi melonjak tinggi jelang Ramadan, yaitu bawang putih, daging ayam, dan telur ayam. Khusus bawang putih, harga komoditas tersebut kini telah mencapai lebih dari Rp50.000 per kg‎.

Menurut dia, melihat gejolak harga pada bawang putih, pemerintah harus lebih ketat mengawasi impor komoditas tersebut. Sebagaimana diketahui, selama ini Indonesia masih tergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di dalam negeri.

“Ini struktur niaga bawang putih harus diperbaiki. Selama ini ‘kan impor ini sulit deteksi. Ini perlu kerja sama semua pihak,” ucapnya, seperti melansir Liputan6 (10/5)

Selain bawang putih, kata Mansuri, harga daging ayam di pasar tradisional juga mulai bergejolak. Untuk antisipasi, pemerintah harus membenahi rantai produksi komoditas tersebut mulai dari hulu hingga ke hilir.

Mansuri mengungkapkan telur ayam saat ini telah mencapai harga Rp21.000 per kg. Gejolak harga pada telur ayam ini turut dipengaruhi oleh harga daging ayam karena sama-sama bersumber dari peternakan.

“Kalau ‎telur mungkin tidak jauh dari ayam. Telur sudah Rp20.000—Rp21.000 per kg‎,” paparnya.

Padahal sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyusun Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk mengatur impor bawang putih. Selama ini, impor komoditas tersebut tidak diatur secara detail sehingga sulit untuk diawasi.

Sekretaris Jenderal Kemendag Kiryanto Supri mengatakan, tidak seperti komoditas pangan lain, tata niaga bawang putih termasuk ekspor-impornya selama ini tidak diatur. Dengan begitu, importir bisa secara bebas mengimpor bawang putih tanpa adanya ketentuan mengenai jenis dan jumlahnya.

Baca Juga:  Pedagang Beras Pertanyakan Standar Mutu

“Kan sekarang tata niaganya belum diatur. Sekarang sedang dibuat pengaturannya, yang namanya ekspor impor kan wewenang Kemendag. Kita sekarang sedang menyusun permendagnya untuk bawang putih,” ujarnya.

loading...
loading...