Pemerintah Kenalkan Varietas Ayam Berkualitas


Pertanianku – Badan Peneliti Ternak Kementerian Pertanian kembali memperkenalkan varietas baru ayam pedaging unggul yang diberi nama SenSi-1 atau Sentul Terseleksi Agrinak.

“Varietas ini merupakan lanjutan dari ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang diluncurkan pada 2014 lalu,” kata Plt. Kepala Pusat Penelitian Peternakan Kementan, Fajri Djufry di Balitnak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti melansir Tempo (17/7).

Ayam SenSi-1 Agrinak merupakan karya pertama peneliti Balitnak. Galur baru tersebut merupakan salah satu galur murni (pure line) ayam lokal pedagang unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga crossing dengan galur betina KUB dan atau sebagai ayam tertua.

“Ayam Sensi 1-Agrinak, lanjutnya telah diluncurkan oleh Menteri Pertanian sebagai galur ayam lokal pedagang asli Indonesia dengan SK Menteri Nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017 tanggal 20 Januari 2017,” ungkapnya.

Ia mengatakan, varietas baru ayam lokal pedaging unggul ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan varietas sebelumnya, ataupun ayam lokal yang banyak beredar di masyarakat.

Beberapa keunggulan dari ayam Sensi-1 Agrinak, yakni bobot tubuh rata-rata pada umur 10 minggu untuk jantan mencapai kurang lebih 62,5 gram dan betina 114 gram per ekor.

“Keunggulannya juga terletak pada konsumsi pakan umur 0—10 minggu sebanyak 2,7 sampai 3,2 kilogram per ekor,” katanya.

Keunggulan lainnya, umur pertama bertelur kurang lebih 17,69 hari, bobot induk pertama bertelur 219 gram per ekor. Produksi telur puncak kurang lebih 8,66 hen/day. Puncak produksi telur pada ayam umur 4,5 minggu, bobot telur pertama sebesar 4,76 gram, akan bertambah terus sampai 3,63 gram per butir pada puncak produksi.

“Rata-rata produksi telur selama 40 hari masa bertelur 5,30 persen hen/day production dan fertilitas sebesar 6,58 persen,” tutur Fajri.

Baca Juga:  Budidaya Tokek Itu Gampang, Begini Caranya!

Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementerian Pertanian, Suharsono menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memperbanyak bibit ayam SenSi-1 Agrinak. Diperkirakan populasi yang semula 6.000 DOC jantan-betina (unsexed) ditambah dengan para peternak tanpa kerja sama sebanyak 2.000 DOC unsexed, maka diperkirakan telah bertambah keturunannya kurang lebih 80 ribu ekor sebagai tetua pengganti sampai awal 2017.

“Kehadiran ayam SenSi-1 Agrinak menjadi salah satu solusi mendukung program Kementerian Pertanian, yakni ketersediaan sumber protein yang mencukupi,” ucap Suharsono.

Suharsono sedikit menambahkan, pihaknya juga telah melakukan analisis ekonomi terhadap analisis finansial terkait pengeluaran dan penerimaan dari pemeliharaan ayam SenSi-1 Agrinak.

Ia menjelaskan biaya pengeluaran meliputi pembelian pakan, obat-obatan, vaksin, vitamin, DOC, sekam dan kapur, serta listrik.

Komponen penerimaan adalah harga dari rata-rata bobot badan akhir dikalikan dengan harga ayam saat penjualan (Rp40.000 per ekor). Pemberian pakan terdiri atas pakan starter umur 0—4 minggu dan pakan grower umur 5—12 minggu dengan harga rata-rata pakan Rp5.500 per kg.

loading...
loading...