Pemerintah Luncurkan Program Taxi Alsintan untuk Dorong Pertanian Semakin Modern

Pertanianku — Pemerintah meluncurkan program Taxi Alsintan yang merupakan program penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha. Program ini didukung dengan fasilitas bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dengan pemberian subsidi bunga dari pemerintah. Masyarakat dapat memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha tani mulai dari hulu hingga hilir, termasuk membeli alat mesin pertanian yang dapat mendukung peningkatan produksi di era pertanian modern.

pertanian modern
foto: Pixabay

Program Taxi Alsintan diluncurkan untuk mendorong teknologi pertanian terus berkembang. Di Indonesia, penggunaan teknologi di bidang pertanian baru berkembang tujuh tahun terakhir. Banyak petani yang sudah mengganti sapi dan kerbau untuk mengolah tanah dengan mesin yang dinilai lebih efisien. Begitu pun ketika panen, petani di Indonesia sudah menggunakan mekanisasi pertanian.

Namun, penggunaan mekanisasi pertanian di beberapa negara sudah lebih dahulu maju. Misalnya, di Jepang, petani di Negari Sakura ini sudah menggunakan teknologi dalam pengolahan lahan sejak berpuluh-puluh tahun silam.

Kementerian Pertanian telah menyalurkan KUR Taxi Alsintan di Sumatera Selatan dan Jawa Barat pada awal 2022. Setelah itu, berlanjut ke Provinsi Jawa Timur. Program ini bertujuan agar masyarakat mampu mengadakan alat mesin pertanian sendiri sehingga petani tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah yang disalurkan melalui APBN.

Selama ini, Kementan gencar memberikan bantuan alsintan untuk menaikkan level mekanisasi pertanian di Indonesia. Namun, untuk meningkatkan kemandirian petani, pemerintah mulai mengurangi bantuan alsintan dan mendorong petani memanfaatkan fasilitas pinjaman KUR untuk membeli alsintan.

Program ini diadakan dari awal 2022 hingga akhir Maret 2022 dan difokuskan untuk wilayah dengan zona hijau. Wilayah zona hijau merupakan wilayah yang berpotensial dan daerah sentra utama produksi padi nasional.

Baca Juga:  Halau Serangan Lalat Buah dengan Daun Wangi Melaleuca bracteata

“Saya yakin program ini bisa berhasil karena tanpa kita dorong petani sudah mulai merasakan bahwa alsintan ini sangat kita butuhkan. Ini yang terjadi di Jawa Timur,” tutur Direktur Alsintan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id.

Lazimnya, alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani adalah combine harvester dan traktor roda empat crowler. Combine harvester yang disukai oleh petani rata-rata berharga Rp450 juta.