Pemerintah Serap Gabah agar Petani Tidak Sengsara


Pertanianku — Pemerintah melalui Tim Sergab melakukan pembelian langsung gabah petani di lapangan. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakakan,

pemerintah serap gabah
Foto: Google Image

agar petani tidak sengsara.

 

“Kalau petani sengsara dan tidak mau menanam karena rugi, bangsa ini mau makan apa?” kata Agung melalui keterangan tertulis, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan untuk mengisi cadangan beras sekaligus menjaga harga gabah tidak jatuh menjelang panen raya atau saat panen raya.

Pada Rabu (7/3), Badan Ketahanan Pangan Kementan menginisiasi transaksi pembelian gabah di tiga lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketiga lokasi tersebut berada di Desa Darmasari, Kecamatan Sikur, dan Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, serta Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Harga gabah kering panen (GKP) di ketiga desa itu mencapai Rp4.300 per kilogram.

Pria yang juga Ketua I Pelaksana Sergab itu mengingatkan, para petani hendaknya melapor ke dinas atau Dandim setempat apabila akan melakukan panen padi. Dengan demikian, bisa langsung segera dilakukan pembelian terhadap hasil panen petani untuk diteruskan ke Bulog. Jadi, lanjut Agung, gabahnya tidak jatuh ke tangan tengkulak.

Menurutnya, penyerapan gabah sangat penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang disimpan di gudang Bulog. Ia juga menuturkan bahwa hingga Juni mendatang, pemerintah menargetkan penyerapan beras hingga 2,2 juta ton.

Melalui kegiatan Sergab ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis target yang ditetapkan sebesar 58.873 ton beras sampai akhir Juni 2018 dapat tercapai.

“Melalui koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Bulog, BRI, dan gabungan kelompok tani, kami optimis target akan tercapai,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Budi Septiani seperti dikutip Republika.

Sementara itu, Abdul Muas selaku Ketua Gapoktan Sejahtera Mandiri mengatakan, petani sangat berterima kasih kepada pemerintah yang mau membeli gabah mereka. Sebab, kalau pemerintah tidak turun tangan melakukan pembelian, maka petani akan merasa rugi. “Karena harga akan jatuh ke tangan tengkulak yang mulai berkeliaran,” ujar Muas.

Baca Juga:  IIPE 2018 untuk Kesejahteraan Hewan Peliharaan
loading...
loading...