Pemerintah Tak Akan Tambah Impor Gula Jelang Ramadan

Pertanianku – Guna memenuhi kebutuhan gula nasional menjelang Ramadan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, memastikan pemerintah tak akan menambah lagi kuota impor gula. Pasalnya, impor gula konsumsi sebanyak 400 ribu ton yang sudah dilakukan pada awal tahun lalu sudah dapat mencukupi kebutuhan hingga hari raya mendatang.

“Kita sudah hitung impor kemarin itu akan cukup sampai Lebaran,” kata Oke, sebagaimana melansir Republika (12/4).

Yang menjadi fokus kerja pemerintah saat ini adalah memastikan bahwa harga gula di tingkat konsumen tetap stabil dari harga eceran yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram (kg). Oke menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi hingga akhir 2017, kemungkinan impor akan ditambah. “Tapi angka impornya belum ada, masih kita hitung.”

Dihubungi terpisah, Direktur Impor Kementerian Perdagangan Verry Anggriono mengatakan, volume impor gula konsumsi yang izinnya diberikan pada delapan perusahaan pada awal 2017 lalu sebanyak 400 ribu ton. Namun begitu, impor dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri hingga harga bisa turun menjadi Rp12.500 per kg.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut kebutuhan gula konsumsi pada 2017 mencapai 3,3 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi dalam negeri diperkirakan hanya 2,2 juta ton. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, pemerintah harus mendatangkan gula dari luar negeri. Namun begitu, Enggar memastikan volume impor tidak akan lebih dari selisih kebutuhan gula yang tidak mampu dipenuhi produsen dalam negeri.

“Kita akan mulai datangkan gula dari Australia, supaya tidak hanya dari Thailand saja. Harganya juga sudah sama,” ucap Mendag beberapa waktu lalu.

loading...
loading...