Pemerintah Telusuri Rusaknya Terumbu Karang di Raja Ampat


Pertanianku – Kerusakan terumbu karang salah satu kawasan wisata laut terbaik di Indonesia, yaitu Raja Ampat yang berada di Provinsi Papua Barat menjadi pembicaraan hangat di media massa baru-baru ini. Pada Sabtu 4 Maret lalu terjadi insiden sebuah kapal pesiar Inggris, Caledonian Sky, diberitakan menabrak terumbu karang hingga hancur, ketika air laut sedang surut.

Kandasnya kapal Caledonian Sky, yang dinakhodai oleh Kapten Keith Michael Taylor dan berisi penumpang sebanyak 102 orang ini menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang yang luar biasa. Investigasi awal yang dilakukan oleh pemerintah setempat menunjukkan bahwa terumbu karang yang rusak luasnya mencapai sekitar 1.600 meter persegi. Parahnya, terumbu karang yang rusak itu berada tepat di jantung Raja Ampat, sebuah pusat keanekaragaman hayati laut.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengkaji status kapal yang melakukan perusakan terumbu karang, terutama apakah kapal tersebut bisa bebas berlayar atau tidak usai melakukan perusakan terumbu karang.

“Saya sudah diskusi ke Menhub, tolong cek apakah betul di UU Pelayaran mengatakan bahwa kapal bisa dilepas dalam situasi seperti ini atau tidak,” kata Siti belum lama ini seperti mengutip Kompas (14/3).

Selain soal status kapal usai melakukan pengrusakan, Siti juga meminta Menhub mengkaji apakah kapal dengan tonase seperti Caledonian tersebut diperbolehkan memasuki perairan dangkal atau tidak. Jika ada, aturan ini akan digalakkan di destinasi alam laut lainnya di Indonesia.

Siti juga meminta Menhub Budi mengecek apa kapal Caledonian dilengkapi teknologi pengukur kedalaman laut atau tidak. Hal itu akan memengaruhi tuntutan Indonesia terhadap pemilik kapal.

Pemerintah sangat menyesalkan insiden yang mengakibatkan rusaknya terumbu karang yang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu, ke depan pemerintah juga harus lebih keras menjaganya.

Baca Juga:  Anjing Patah Hati dan Mati Karena Ditinggal Pemiliknya
loading...
loading...