Pemerintah Terus Remajakan Sawit Demi Kesejahteraan Rakyat


Pertanianku — Pemerintah akan terus remajakan sawit rakyat mengingat pengembangan kelapa sawit di Indonesia sampai saat ini telah memberikan peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari perkebunan kelapa sawit yang luasannya saat ini lebih dari 14 juta hektare dan sekitar 40% diusahakan oleh perkebunan rakyat.

remajakan sawit
Foto: Google Image

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, saat ini pengusahaan kelapa sawit menyerap lebih dari 8,2 juta orang yang terdiri atas tenaga kerja sawit rakyat, karyawan perusahaan perkebunan, dan tenaga kerja supplier.

“Saya harapkan kita semua meningkatkan kinerja kita untuk mempercepat pencapaian target peremajaan sawit rakyat, hambatan-hambatan yang ada kita cari solusinya bersama. Saya minta kepada seluruh pekebun, semangat bekerja semuanya. Kemudian juga semangat memelihara sehingga dapat terwujud pembangunan kebun kelapa sawit yang berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Agar tidak hanya luasan yang terbesar, tetapi produktivitas tinggi sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri serta menguasai pangsa pasar dunia,” ungkap Presiden RI, Joko Widodo seperti dikutip dari Kementan, Kamis (10/5/2018).

“Saya berharap kiranya Program Peremajaan Sawit Rakyat dapat terlaksana dengan baik di seluruh provinsi penghasil kelapa sawit. Yang nantinya akan berdampak pada total produksi kelapa sawit secara nasional dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Diketahui bahwa Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Bersama-sama dengan Malaysia, saat ini menguasai sekitar 85% produksi minyak kelapa sawit dunia.

Sementara itu, kebutuhan minyak nabati dunia saat ini  lebih dari 50% bersumber dari minyak kelapa sawit. Sementara, sisanya berasal dari minyak rape seed, bunga matahari, kedelai, minyak kelapa, kacang tanah, bunga matahari dan minyak biji kapas.

Karena itu, nilai ekspor yang dihasilkan dari produk kelapa sawit pada 2017 mencapai US$ 22,9 miliar atau sekitar Rp311,4 triliun, menjadi komoditas ekspor terbesar bagi Indonesia.

Baca Juga:  Gagasan Dirut Bulog Jual Beras Saset Dianggap Kontraproduktif
loading...
loading...