Pemilihan Lokasi Budidaya Bandeng


Pertanianku – Pemilihan lokasi tambak merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budi daya. Seperti diketahui bahwa bandeng merupakan jenis ikan yang mempunyai sifat euryhaline, yaitu mampu hidup di perairan yang mempunyai kisaran kadar garam (salinitas) tinggi, atau mampu hidup di air laut, payau, bahkan perairan tawar. Pada umumnya, budi daya bandeng hanya dilakukan di tambaktambak yang lokasinya berada di pinggir laut atau daerah bakau. Akan tetapi, lokasi tersebut tidak boleh sembarangan dipilih hanya karena berada di pinggir laut. Dalam memilih lokasi budi daya bandeng, hal yang menjadi pertimbangan utama adalah pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal untuk mendapatkan biaya produksi yang minimal. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi pembesaran bandeng sebagai berikut.

Sistem Budi Daya Bandeng

1) Posisi lahan tambak terletak di antara pasang surut air laut. Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan dan pengaturan keluar-masuknya air tambak dapat dilakukan secara alami dengan adanya pasang surut air laut tanpa menggunakan bantuan pompa. Setidaknya, tambak dapat diisi air secara alami hingga kedalaman air di tambak sekitar 40 cm.

2) Dekat dengan sumber air, baik dari muara, sungai, maupun langsung dari laut. Hal itu dimaksudkan agar tambak mudah mendapatkan air, baik langsung maupun melalui saluran air.

3) Tidak terletak di daerah dengan curah hujan tinggi (bebas banjir) ataupun daerah dengan musim kemarau panjang. Hal itu dimaksudkan agar air tambak tidak mengalami fluktuasi salinitas terlalu besar. Penurunan salinitas yang tajam bisa terjadi pada saat musim hujan, terutama jika banjir. Peningkatan salinitas bisa terjadi akibat penguapan dan kemarau panjang. Walaupun bandeng mampu hidup pada kisaran salinitas tinggi, tetapi kestabilan salinitas perlu dijaga agar bandeng dapat tumbuh secara optimal.

Baca Juga:  Ingin Untung Maksimal? Pakai Cara Ini untuk Budidaya Ikan Gabus

4) Tanah tambak tidak mudah bocor (porous) sehingga tambak mampu mempertahankan air selama dibutuhkan. Tanah yang baik untuk tambak adalah yang bertekstur liat atau liat berpasir. Hal itu dimaksudkan agar tambak tidak mudah bocor dan mudah untuk menumbuhkan pakan alami (kelekap).

 

Sumber: Buku Panen Bandeng 50 Hari