Pemprov DKI Keluarkan Larangan Jualan Hewan Kurban di Sepanjang Trotoar

Pertanianku – Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta (DKPKP DKI Jakarta) Darjamuni mengatakan tetap ada syarat untum menjual hewan kurban di DKI Jakarta. Peraturan tersebut diantaranya penjualan hewan kurban tidak boleh memakan trotoar jalan atau tidak boleh berjualan di taman. Jika hal tersebut terjadi, maka aparat satpol pp dan aparat wilayah akan menertibkan para pedagang yang masih melanggar.

Pemprov DKI Keluarkan Larangan Jualan Hewan Kurban di Sepanjang Trotoar

Namun, Darjamuni mengatakan tempat pemotongan hewan boleh di mana saja. “Boleh asal lapor ke kita supaya di bawah pengawasan kami. Kalau tahun lalu tidak boleh,” kata Darjamuni, sebagaimana dilansir Republika (6/9).

Loading...

Pihak DKPKP DKI Jakarta, Darjamuni menuturkan, sudah melakukan pemeriksaan di penampungan hewan kurban pada H-10 hingga H+3 Hari Raya Idul Adha. Sebab, H+3 Idul Adha merupakan hari tasyrik (masih ada pemotongan hewan kurban).

DKPKP mengadakan pelatihan bagi teman-teman yang akan berkontribusi. “Ada 665 panitia kurban di Masjid-Masjid. Kita akan dibantu 808 petugas meliputi kami (DKPKP), Sudin, UPT,  dan bantuan 300 org dr fakultas kedokteran hewan IPB,” ucap Darjamuni.

DKPKP juga sudah memeriksa 15 ribu kambing dan 11 ribu sapi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, hanya menemukan hewan yang tidak cukup umur, hewan cacat, pincang, di kebiri karena tidak memenuhi syarat.

Untuk menghindari penyakit antraks, Darjamuni mengambil 114 sampel  darah hewan di wilayah. “Alhamdulillah sampai hari ini negatif. Penyakit lain pada hari H, kami akan terjun memeriksa sampe ke dalam fisik dan lain-lain sehingga betul memberikan daging kurban yg aman dikonsumsi,” tutup Darjamuni.

 

Baca Juga:  Harga Ayam Tingkat Peternak di Jawa Mulai Membaik
Loading...
Loading...