Penanganan Panen dan Pascapanen Budidaya Ikan Nila


Pertanianku — Panen merupakan momen yang paling ditunggu, termasuk dalam budidaya ikan nila. Pada saat melakukan pemanenan, pembudidaya ikan nila pastinya ingin mendapatkan keuntungan besar.

budidaya ikan nila
Foto: Google Image

Ketika melakukan pemanenan, banyak cara yang harus dilakukan. Salah satunya ialah menentukan jenis ikan nila apa sajakah yang dapat dipilih untuk dipanen. Artinya, tidak sembarang jenis ikan nila yang dapat dipilih untuk segera dipanen.

Biasanya, umur dan bobot panen memang harus diperhatikan dengan baik dan benar. Sebab, jika umur dan bobot panen tidak sesuai dengan yang diinginkan, kualitas rasa dari ikan nila tersebut tentunya akan berkurang.

Pemanenan ikan nila

Ikan nila nila yang sudah bisa dipanen harus mencapai usia sekitar 4 bulan. Walaupun usia ikan nila sudah mencapai 4 bulan, bobot ikan nila juga menjadi pertimbangan. Ikan nila harus memiliki bobot sekitar 300 gram per ekornya. Selain itu, pemanenan harus kita terapkan dengan baik dan benar. Agar ikan nila tidak tersakiti, kita harus melakukan pemanenan dengan melakukan penjaringan.

Penjaringan dapat dilakukan dengan menggunakan jaring ikan yang berukuran lebih besar. Penjaringan akan membuat ikan nila tidak mengalami stres pada saat ditangkap. Sediakan wadah penampungan berupa ember plastik, drum plastik bekas, dan styrofoam.

Pengemasan dan penjualan ikan nila

Setelah dilakukan panen, hal yang harus segera dilakukan ialah pengemasan ikan nila. Usahakan dalam melakukan pengemasan ikan nila masih dalam keadaan segar sampai di tangan konsumen. Jika ingin melakukan pengangkutan ikan nila, harus menggunakan alat transportasi yang tidak memakan waktu lama.

Bukan hanya itu, pengemasan dan pengangkutan pada jenis ikan nila sebaiknya tidak menggunakan air yang berasal dari kolam pembudidaya. Artinya, air yang digunakan untuk melakukan pengangkutan haruslah air yang bersih dan jernih.

Baca Juga:  Panen Patin Tanpa Bau Lumpur