Penangkapan Terukur, Terobosan KKP untuk Menekan Perubahan Iklim

Pertanianku — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa laut dan ekosistem pesisir merupakan komponen yang berperan penting dalam mengendalikan iklim. Peran pengendalian tersebut terlihat dari bagaimana laut dan ekosistem pesisir menyerap dan menyimpan karbon yang berpotensi menjadi emisi. Melihat peranan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan beberapa terobosan untuk menekan perubahan iklim.

perubahan iklim
foto: Pixabay

Hal tersebut disampaikan oleh Trenggono saat membuka dan menjadi keynote speaker pada Webinar Series Hukum Laut Rebound dengan tema “UNCLOS 1982 dan Tantangan Kontemporer Perubahan Iklim dan Pendayagunaan Sumberdaya Pesisir”.

“Mewujudkan hal itu, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan laut untuk kegiatan ekonomi dengan kesehatan lingkungan laut dan pesisir,” terang Trenggono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Salah satu terobosan KKP yang dapat menekan perubahan iklim ialah kebijakan penangkapan terukur.

“Kebijakan ini akan menegakkan law enforcement yang ketat di setiap aspeknya,” terangnya.

Saat ini KKP tengah menyiapkan payung hukum yang akan mengatur penangkapan terukur. Payung hukum ini sangat diperlukan sebelum kebijakan diimplementasikan.

“Di antaranya untuk memberikan jaminan kepastian usaha bagi para pelaku usaha penangkapan serta sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pengawasan, terdiri dari kapal pengawas, pesawat pengawas, dan teknologi informasi untuk pengawasan sekaligus pendataan,” papar Trenggono.

Melalui kebijakan tersebut, kemungkinan Indonesia dapat menghapus stigma tingginya praktik illegal, unreported, dan unregulated fishing di Indonesia. Dalam UNCLOS 1982, Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki di perairan pedalaman, perairan kepulauan, dan laut teritorial.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi I Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Basilio Dias Araujo, menyampaikan, saat ini perubahan iklim sudah terjadi sangat cepat. Mulai dari naiknya permukaan air laut dan turunnya permukaan tanah. Perubahan iklim membuat air laut semakin dekat dengan pemukiman masyarakat di daratan.

Baca Juga:  Teknologi Adaptasi dan Mitigasi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

“Kondisi tersebut memaksa kita untuk terus bergerak bahkan berlari untuk menyamakan posisi dengan negara-negara besar, berpikir visioner, kritis untuk membangun kebijakan yang berkelanjutan dan berkesinambungan terkait hukum laut, serta harus menjadi api semangat bagi generasi muda mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia,” papar Basilio.