Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Benih Arwana

Pertanianku – Penyakit yang biasa menyerang larva pada fase pro-larva yaitu infeksi yang menyerang kuning telur. Infeksi tersebut ditandai dengan warna kuning telur menjadi kemerah-merahan. Hal tersebut biasanya disebabkan kurang hati-hati saat memindahkan larva dari mulut induk jantan ke dalam wadah atau akuarium. Salah penanganan saat pemanenan juga bisa menyebabkan larva tidak tumbuh. Hal ini bisa dilihat dengan perubahan warna kuning telur yang memudar. Selain itu, larva juga tidak mengalami pertambahan bentuk dan ukuran.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Benih Arwana

Perawatan yang dapat dilakukan yaitu memisahkan larva yang terinfeksi agar tidak menularkan penyakit pada larva yang lain. Larva yang terinfeksi diberi antibiotik, seperti tetrasiklin dengan dosis setengah kapsul per 100 liter air.

Upaya pencegahan penyakit secara keseluruhan yang menyerang fase pro-larva dan fase post-larva dilakukan dengan cara mencampur air akuarium dengan antibiotik dengan dosis setengah kapsul per 100 liter air. Penambahan antibiotik dilakukan setelah penggantian air. Peralatan yang digunakan untuk memindahkan larva dari mulut induk seperti jala dan serokan harus disanitasi terlebih dahulu. Sanitasi dilakukan dengan cara merendam peralatan dalam kalium permanganat (KMnO4) dengan konsentrasi 20—30 g/m3 selama 30—60 menit. Sanitasi juga dilakukan pada akuarium yang akan dipakai untuk menempatkan larva. Akuarium direndam dalam kalium permanganat sebanyak 3—10 g/m3 selama satu hari.

Penyakit yang menyerang benih arwana sama seperti penyakit yang menyerang arwana dewasa sehingga pengobatan dan pencegahannya pun dilakukan dengan cara yang sama. Dalam masa pertumbuhannya, benih sering mengalami cacat. Cacat pada benih yang sering dijumpai yaitu tutup insang terbuka, bungkuk, mata juling, ekor patah, dan sisik terbalik.

 

Sumber: Buku Arwana

 

Baca Juga:  Langkah Mudah Mengatasi Ikan Arwana yang Stres

loading...