Pencipta Test Kit untuk Menjaga Kualitas Perairan Mendapatkan Satyalancana Wira Karya dari Presiden

Pertanianku — Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Muda di Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Laboratorium (LP2IL) Serang, Ellis Mursitorini, berhasil mengembangkan inovasi berupa test kit Utilitas (Uji Cepat di Lapangan Parameter Nitrit dan Fosfat). Atas prestasi tersebut, Ellis berhak mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersamaan dengan beberapa pegawai KKP lainnya.

test kit
foto: Pertanianku

Ellis membuat test kit Utilitas untuk mendukung peran laboratorium dalam pengujian kualitas air sebagai metode uji alternatif yang cepat dan sederhana. Alat ini juga bisa dilakukan secara mandiri pada lokasi budidaya tanpa perlu membawa sampel uji laboratorium sehingga hasil tes bisa diketahui lebih cepat. Alat untuk tes nitrit bisa membaca hasil terhitung sejak menit  ke-3 sampai 30 menit. Sementara itu, untuk test kit fosfat bisa membaca hasil setelah 10—240 menit.

“Kegiatan pembuatan smart kit yang telah mulai dikembangkan sejak tahun 2012 ini telah melalui beberapa tahapan sebelum tahap diseminasi dan implementasi di masyarakat seperti tahap studi literatur terkait metode uji, penyusunan formulasi bahan kit, validasi metode uji, uji stabilitas dan ketahanan kit, pembuatan kertas standar kit, hingga pembuatan dan pengemasan kit. Untuk smart kit nitrit sudah mulai dikenalkan sejak tahun 2014, sedangkan untuk smart kit fosfat mulai dikenalkan pada awal tahun 2019,” papar Ellis seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

LP2IL Serang sudah mulai memproduksi serta mendistribusikan paket smart kit, baik untuk nitrit maupun fofsat kepada stakeholder perikanan budidaya agar kualitas perairan agar usaha budidaya bisa terus terjaga.

“Inovasi smart kit ini juga sangat pas dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat seperti sekarang, karena dapat meminimalisir kontak langsung untuk mencegah penyebaran virus. Selain itu, dengan harga yang cukup ekonomis dibandingkan dengan test kit serupa yang ada di pasaran, apabila smart kit diperjualbelikan di masa mendatang akan dapat terjangkau oleh pembudidaya skala menengah ke bawah,” ungkap Ellis.

Baca Juga:  Tak Ada Perencanaan, Kesalahan Usaha Budidaya Ikan Gurami yang Sering Terjadi

Sebagai informasi, fosfat merupakan salah satu faktor penting pada lingkungan budidaya perikanan karena merupakan faktor pembatas yang memengaruhi kehidupan oranisme akuatik. Hal ini karena fosfat berkaitan dengan tingkat kesuburan perairan dan produktivitas perairan. Sementara itu, nitrit merupakan senyawa hasil oksidasi nitrogen yang dihasilkan oleh bakteri. Nitrit bersifat toksik bagi hewan akuatik walaupun dalam jumlah yang sedikit.