Penebaran Benih Bandeng


Pertanianku – Pada umumnya, benih ikan yang akan ditebar masih sangat peka terhadap perubahan lingkungan media. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang baik, penebaran benih juga menjadi kunci awal keberhasilan budi daya. Dengan demikian, penebaran nener bandeng perlu dilakukan dengan hati-hati. Dengan kata lain, dalam melakukan penebaran benih bandeng harus tepat waktu, tepat cara, tepat kualitas, dan tepat jumlah (padat tebar).

Penebaran Benih Bandeng

Jumlah nener yang ditebar bertujuan untuk menentukan padat penebaran yang dikehendaki. Nener yang ditebar sebaiknya sudah dihitung terlebih dahulu di hatchery atau di lokasi tempat nener dibeli. Dengan demikian, pada saat penebaran di tambak tidak perlu dilakukan perhitungan lagi, melainkan secara global dari jumlah kantong yang ditebar.

Saat ini, sudah ada nener khusus dari hatchery yang sudah diadaptasi. Oleh karena itu, pembeli harus mengetahui kadar salinitas air di tambak sehingga nener di hatchery bisa diadaptasikan sesuai salinitas tambak untuk mendapatkan media yang sama antara air di tambak dengan air untuk transportasi. Adaptasi di hatchery lebih mudah dilakukan mengingat sarana yang ada di hatchery biasanya lebih lengkap.

Terkait dengan aklimatisasi benih, saat ini sudah banyak yang melakukan usaha khusus aklimatisasi nener atau benur, terutama di daerah Jawa Timur dan di Jawa Barat. Hal itu karena petani dewasa ini sudah banyak yang tahu cara melakukan penebaran nener secara praktis, mudah, dan dengan tingkat vitalitas tinggi. Nener hatchery biasanya mempunyai media atau air dengan salinitas tertentu yang dijaga kestabilannya, sedangkan tambak memiliki salinitas beragam.

Bahkan, saat ini budi daya bandeng dapat dilakukan di kolam air tawar dengan salinitas 0 ppt. Oleh karena itu, jika penebaran tidak dilakukan secara hati-hati, usaha budi daya bandeng yang sedang dijalankan akan gagal atau tidak memberikan hasil optimal.

Baca Juga:  Daging Kepiting Punya Segudang Manfaat

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari (pukul 07.00—09.00) atau sore hari(pukul 16.00—17.00). Hal ini dimaksudkan Agar nener tidak terlalu stres dengan perubahan suhu perairan. Berikut adalah cara yang biasa dilakukan dalam menebar nener bandeng.

  1. a) Letakkan dan apung-apungkan wadah pengangkutan nener (kantong plastik) pada permukaan air tambak sebagai prosesadaptasi suhu air yang ada pada wadah pengangkutan nener dan air tambak kurang lebih 15—30 menit.
  2. b) Buka kantong plastik, kemudian masukkan air tambak ke dalamnya sedikit demi sedikit. Hal itu juga bertujuan untuk menyesuaikan nener dengan kualitas air lainnya, seperti suhu, salinitas, dan pH. Dengan demikian, diharapkan perubahan kualitas air tidak terlalu berfluktuasi sehingga nener mudah beradaptasi, tidak terlalu stres, dan mampu bertahan hidup.
  3. c) Nener dari dalam kantong dikeluarkan atau dilepas ke tambak secara perlahan dan tetap dilakukan secara hati-hati.
  4. d) Padat penebaran nener untuk budi daya bandeng organik dianjurkan sebanyak 5.000—7.000 ekor/ha. Padat penebaran bisa bervariasi tergantung kondisi tambak, baik tingkat kesuburan maupun kondisi perairan tambak.

 

Sumber: Buku Panen Bandeng 50 Hari