Penebaran Benih Patin


Pertanianku – Patin memijah setahun hanya satu kali pada awal musim hujan sehingga di alam benih patin dapat dijumpai di perairan pada akhir musim hujan. Untuk membantu pemijahan di luar musim tersebut dapat dilakukan pemijahan dengan hipofisasi. Hingga saat ini pemenuhan kebutuhan benih patin masih belum bisa mengimbangi laju permintaan karena pemijahan patin di panti benih masih menggunakan bantuan hipofisa dan kerap harus mempertahankan suhu optimal pemijahan atau pemeliharaan larva, yakni sekitar 29—320 C. Hal ini secara tidak langsung turut menghambat perkembangan dari produksi benih secara keseluruhan.

Penebaran Benih Patin

Kepadatan tebar kebutuhan benih dalam satu luasan kolam berdasarkan standarisasi nasional. Penebaran patin terutama di wadah yang terkontrol atau semi terkontrol seperti di kolam terpal dapat dilakukan padat penebaran lebih padat daripada standarisasi nasional, terutama ketika fase larva hingga pendederan I. Padat tebar tersebut dapat dilakukan hingga 40 ekor/m2.

Sebelum benih ditebarkan ke dalam kolam terpal, sebaiknya diberi disinfektan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan menghindari serangan penyakit. Disinfektan yang dapat digunakan bisa berupa antibiotik atau formalin dengan takaran 10—25 ppm.

Untuk mengurangi stres pada waktu penebaran, ada baiknya jika penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari. Penebaran dilakukan secara perlahan karena guncangan selama dalam perjalanan biasanya membuat benih harus menyesuaikan terlebih dahulu dengan media barunya.

 

Sumber: Buku Budidaya Ikan di Kolam Terpal

 

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor
loading...
loading...