Peneliti: Garam Tak Seburuk yang Diklaim Semua Orang


Pertanianku — Banyak studi menyebutkan bahwa konsumsi garam bisa membahayakan kesehatan. Namun, sebuah penelitian justru mengatakan bahwa garam tak seburuk yang diklaim kebanyakan pakar.

garam tak seburuk yang diklaim
Foto: Pixabay12

Menurut sebuah studi baru yang kontroversial, menyarankan kampanye yang membujuk orang guna mengurangi garam. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk mengurangi asupan natrium tidak lebih dari dua gram sehari, setara dengan lima gram garam. Hal ini erat kaitannya dengan peningkatan tekanan darah, yang pada gilirannya berimplikasi pada stroke.

Penelitian oleh Profesor Andrew Mente dari Population Health Research Institute of Hamilton Health Sciences dan McMaster University dan rekan-rekannya, melibatkan lebih dari 90 ribu orang di lebih dari 300 komunitas di 18 negara.

Mente dan rekan menemukan bahwa efek berbahaya dari natrium, yakni peningkatan tekanan darah dan stroke, hanya terjadi di negara-negara seperti Cina. Ia menyebut di negara itu penggunaan kecap yang bebas mengarah pada tingkat natrium lebih dari lima gram sehari. Mereka juga menemukan bahwa kadar garam yang sangat rendah dapat menyebabkan lebih banyak serangan jantung dan kematian.

Ia pun menyebutkan hasil penelitian tersebut menunjukkan asupan garam dalam jumlah sedang mungkin bersifat melindungi. Mente mengatakan, Penelitian timnya menambah bukti yang berkembang untuk menunjukkan bahwa pada asupan moderat, natrium mungkin memiliki peran menguntungkan dalam kesehatan kardiovaskular.

“Tetapi peran yang berpotensi lebih berbahaya ketika asupan sangat tinggi atau sangat rendah. Ini adalah hubungan yang kita harapkan untuk nutrisi dan kesehatan penting. Tubuh kita membutuhkan nutrisi penting seperti natrium, tetapi pertanyaannya adalah seberapa banyak,” kata Mente, dilansir dari laman The Guardian, Jumat (10/8).

Dua tahun lalu, tim yang sama menerbitkan sebuah penelitian dengan hasil serupa. Namun hasilnya dikecam oleh para kritikus, dan menyebutnya sebagai “ilmu buruk”, temuannya juga ditolak oleh American Heart Association.

Tom Sanders, profesor emeritus nutrisi dan diet di King’s College London mengatakan, kampanye untuk mengurangi asupan garam telah bermanfaat di beberapa negara. Konsumsi garam di Inggris telah menurun selama 30 tahun terakhir dari 12 gram lebih per hari menjadi tujuh hingga delapan gram per hari, dan ini telah disertai dengan penurunan tekanan darah rata-rata penduduk.

Baca Juga:  Makanan Pembersih Lemak Hati Ini Penting untuk Anda Konsumsi

“Jepang dulu memiliki prevalensi tekanan darah tinggi yang sangat tinggi dan tingkat stroke yang tinggi, dan mengambil tindakan untuk memotong asupan garam pada 1970, dan sekarang memiliki tingkat yang jauh lebih rendah,” kata dia.