Penemuan yang Mengubah Masa Depan Makanan Dunia


Pertanianku — Produksi, pengolahan, dan proses distribusi pangan menjadi penyumbang sebagian besar emisi gas rumah kaca. Banyak juga bahan makanan yang terbuang setiap tahun di beberapa negara sementara di negara lainnya masih banyak yang kekurangan. Namun, hal itu sedikit teratasi dengan adanya penemuan yang mengubah masa depan makanan dunia.

penemuan yang mengubah masa depan makanan dunia
Google Image

Kemajuan teknologi memungkinkan untuk secara signifikan mengurangi emisi karbon dari industri pertanian dan pangan, sekaligus mengatasi masalah pasokan makanan. Untuk itu, para ilmuwan dan insinyur pertanian melakukan penelitian guna meningkatkan produksi pangan, membuat proses pertanian bersih, dan mengembangkan kemasan ramah lingkungan.

Yuk, simak ulasan tentang beberapa penemuan yang dapat mengubah masa depan makanan di dunia berikut ini.

  1. Pertanian vertikal

Perubahan iklim yang ekstrem menyebabkan kekeringan dan banjir di berbagai wilayah dan mengakibatkan pertanian semakin lesu. Alternatif yang paling menarik adalah adanya pertanian dalam ruangan yang dikenal dengan hidroponik dan membawanya ke pusat-pusat perkotaan.

Menariknya, sistem hidroponik ini justru menghasilkan produk makanan lebih banyak. Selain itu, sistem ini juga dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan yang diakibatkan proses distribusi.

Shigeharu Shimamura, ahli fisiologi tanaman Jepang membangun pertanian dalam ruangan terbesar di Perfektur Miyagi. Kini, bekas pabrik Sony itu telah disulap menjadi rumah pertanian hidroponik berteknologi tinggi yang memungkinkan pekerja untuk memanen ribuan selada setiap harinya.

  1. Taman dalam ruangan

Definisi ‘astronaut food’ mungkin akan segera berubah. Penelitian teknologi tanaman ini bahkan menemukan cara agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah di dalam ruangan. Tujuannya, yaitu membantu para astronot dapat mengonsumsi makanan sehat. Beberapa waktu lalu NASA telah mengembangkan teknologi hidroponik, tetapi tak berlangsung lama karena prioritas utamanya adalah eksplorasi ruang angkasa.

  1. Kemasan biodegradable dari rumput laut
Baca Juga:  Indonesia Kembangkan Pangan Lokal Menuju Lumbung Pangan 2045

Kerusakan lingkungan terbesar saat ini diakibatkan sampah plastik dari pembungkus makanan dan botol minuman. Harga yang murah dan mudah dibuat menjadi penyebab menumpuknya sampah plastik ini.

Di Islandia, Ari Jonsson, seorang desainer produk menciptakan alternatif botol plastik sekali pakai yang terbuat dari agar-agar. Biasanya, agar-agar digunakan untuk bahan masakan sebagai pengganti gelatin.

Namun, bahan makanan tersebut juga dapat dicampur dengan air dan dituangkan ke dalam cetakan untuk membuat wadah makanan tahan lama, termasuk botol air, yang benar-benar biodegradable.

  1. Tanaman yang lebih produktif

Mengatasi kelaparan dunia seolah seperti tujuan alami dari teknologi produksi pangan. Beberapa ahli biologi berpikir mungkin jagung mutan adalah jawabannya. Para ilmuwan menemukan cara untuk mengeksploitasi mutasi genetik alami.

Mereka melakukan pembuahan silang jagung mutasi dengan tanaman jagung tradisional untuk menghasilkan biji jagung yang lebih besar. Tentu saja tanpa mengubah aspek lain dari jagung tersebut.

  1. Printer makanan 3D

Film fiksi ilmiah telah lama membayangkan masa depan ketika makanan secara ajaib muncul saat tombol ditekan. Saat ini, hal itu memungkinkan karena makanan bisa diolah secara instan menggunakan printer makanan 3D.

Cukup mengisi mesin dengan bahan-bahan dan menjalankan programnya, Anda tinggal menunggu mesin secara otomatis mengolah bahan makanan. Perangkat ini juga dapat mencetak pizza dan burger.