Penerapan Teknologi Dryer Ultraviolet untuk Mengeringkan Hasil Panen di Musim Hujan

Pertanianku — Musim hujan merupakan tantangan bagi petani untuk mengeringkan hasil panen. Pasalnya, intensitas cahaya matahari pada musim ini berkurang secara drastis sehingga aktivitas pengeringan menjadi lebih lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kelompok petani di Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bulango Ulu mendapat bantuan alat pengering berupa dryer ultraviolet.

dryer ultraviolet
foto: Pertanianku

Dilansir dari cybex.pertanian.go.id alat pengering dryer ultraviolet diresmikan secara langsung oleh Bupati Bone Bolano, Hamim Pou serta beberapa staf dari Dinas Pertanian dan Peternakan.

Alat pengering yang diberikan menyerupai bangunan dengan luas sekitar 8 meter × 20 meter. Alat tersebut menggunakan teknologi ultraviolet (panas matahari). Dryer ultraviolet menjadi bagian dari kegiatan pertanian modern yang harus dikembangkan untuk pertanian Indonesia.

Pengering berbentuk bangunan ini mampu menampung hasil panen berkisar 3—6 ton dengan lama pengeringan sekitar 2 sampai 3 hari. Dryer ultraviolet sudah terbukti efektif dan efisien digunakan untuk mengeringkan hasil panen sehingga petani tidak perlu khawatir saat musim hujan tiba.

Bupati Bone juga memberikan bantuan lain kepada kelompok tani di Kecamatan Bulango Ulu berupa saprodi durian musang king dan pelayanan kesehatan hewan.

Alat tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani di daerah tersebut untuk terus berproduksi meski intensitas curah hujan sedang tinggi. Kelompok tani merupakan perkumpulan petani yang berfungsi sebagai wadah untuk saling tolong, berbagi pengalaman, dan belajar.

Kelompok tani tersebut juga diberikan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar bisa terus maju dan mandiri. PPL nantinya juga akan berperan sebagai inisiator, fasilitator, motivator, organisator, dinamisator, dan agen perubahan bagi kelompok tani yang dibina.

Pendampingan menjadi salah satu kebutuhan petani yang sudah seharusnya dipenuhi. Pasalnya, dengan sumber daya manusia yang berkualitas, hasil pertanian yang didapatkan bisa lebih berkualitas juga.

Baca Juga:  Kementan Dorong Industri Florikultura Berorientasi Ekspor