Pengadaan Beras Bulog Cianjur Mengalami Kenaikan

0

Pertanianku – Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur menargetkan pengadaan beras mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan 2016 lalu. Pada 2017 ini target serapan beras di wilayah Cianjur mencapai 64.500 ton.

Dari target tersebut, kata Rizaldi, Bulog bisa melampauinya, yakni pengadaan beras sebanyak 61 ribu ton. Pada tahun ini Bulog Cianjur menargetkan pengadaan beras hingga 64.500 ton. Pihaknya optimistis target tersebut bisa tercapai dengan adanya percepatan penyaluran ataupun penyerapan beras. Caranya, melakukan koordinasi dengan mitra di lapangan supaya beras bisa masuk ke gudang.

Rizaldi menerangkan, pada 2017 Bulog berkomitmen untuk mengandalkan penyerapan beras dari produk lokal. Pengadaan beras di Subdivre Cianjur mengandalkan tiga wilayah, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Bogor.

“Di wilayah Bogor seperti Jonggol dan Cariuk ternyata lahannya luas dan hasil gabah cukup baik,” kata Rizaldi, seperti mengutip Antaranews (21/3).

Upaya pengadaan beras, kata Rizaldi bekerja sama dengan melibatkan unsur TNI di lapangan. Namun, khusus di Subdivre Cianjur tidak ada pengadaan gabah seperti di wilayah Karawang ataupun Cirebon. Penyebabnya adalah terbatasnya kapasitas gudang yang ada di Sibdivre Cianjur, yakni 13.500 ton.

Saat ini hanya ada empat gudang, yakni Bojongherang Cianjur, Darmaga Bogor, Pasir Halang Sukaraja Sukabumi, dan Jampang Kulon Sukabumi. “Jika ditambah pengadaan gabah maka akan kesulitan,” ungkap Rizaldi.

Jika dilakukan pengadaan, gabah harus tersimpan dan digiling lebih dahulu oleh Bulog. Pada tahun ini harga beras yang ditawarkan Bulog tidak hanya satu harga seperti tahun sebelumnya. Pada 2016 lalu harga pembelian pemerintah (HPP) beras hanya Rp7.300 per kg. Sementara pada 2017 ini ada tiga pilihan harga yang didasarkan pada kualitas beras. Harga tersebut, yakni broken atau rusak 15% dibeli Rp7.500 per kg, broken 20% dibeli Rp7.300 per kg, dan broken 25% dibeli Rp7.150 per kg.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengatakan, Pemkab berharap Bulog lebih memprioritaskan pengadaan beras dari produk lokal Sukabumi. Pasalnya, produksi beras Sukabumi cukup berkualitas dan produksinya mengalami surplus. “Produksi beras di sepanjang 2016 lalu mencapai sekitar 600 ribu ton,” ungkap Iyos.

Sementara jumlah kebutuhan beras termasuk rastra di Sukabumi hanya mencapai 250 ribu ton per tahun sehingga ada selisih yang merupakan surplus produksi beras mencapai 350 ribu ton. Ratusan ribu ton beras ini diharapkan bisa terserap oleh pengadaan beras Bulog Subdivre Cianjur.

loading...
loading...