Pengadaan bibit lada perdu


Pertanianku – Bibit lada perdu dipersiapkan dari jenis/varietas yang memiliki nilai produksi buah tinggi. Bibit ini dapat disediakan sendiri atau dibeli dari institusi atau pakar penangkar bibit yang dapat dipercaya. Apabila akan menyediakan bibit lada sendiri, caranya melalui perbanyakan secara vegetatif dari cabang sulur buah. Sebelum bibit diperoleh, tentunya perlu ditanam atau dibentuk kawasan pertanaman lada  panjat sebagai kebun induk Secara teknis pembuatan setek lada perdu dilakukan dengan tahapan kegiatan sebagai berikut.

Pengadaan bibit lada perdu

  1. Siapkan lahan persemaian pembiakan setek yang dilengkapi dengan green house atau minimal disediakan sungkup plastik dan dilengkapi paranet (40—50% cahaya masuk). Kondisi suhu (24° C) dan kelembapan (80—90%) yang optimal perlu dijaga agar setek dapat tumbuh dengan baik.
  2. Buat bahan setek sulur buah dengan 3—4 taksis daun plus pucuk. Jumlah setek yang disiapkan merupakan jumlah atau kapasitas tanaman per hektar ditambah dengan bahan sulaman. Untuk satu hektar, dibutuhkan bibit 5.000 setek + 1.000 setek bahan sulaman sehingga totalnya 6.000 setek.
  3. Pangkal setek diberi hormon perangsang akar (Rooton-F, IBA, NAA) atau secara konvensional dapat direndam dalam air kelapa. Setelah itu, setek ditanam pada bedeng tabur atau langsung dalam polibag dengan media kompos ternak halus + tanah permukaan + pasir halus dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tempatkan setek dalam green house atau di bawah sungkup berparanet.
  4. Secara rutin, perkembangan setek dipantau. Bila telah menunjukkan tanda muncul tunas baru, dipastikan setek telah menghasilkan perakaran.
  5. Setek yang telah berakar secara hati-hati pindahkan ke dalam polibag yang telah berisi media berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 2. Bibit ini ditempatkan dalam bedeng pemeliharaan yang beratap. Bibit perlu dipelihara dengan disiram minimal satu kali per hari. Khusus setek yang ditumbuhkan langsung dalam polibag, setelah keluar akar, bibit tempatkan di bawah naungan atap. Pemeliharaan bibit ini dilakukan sekitar 2—3 bulan sebelum ditanam di lahan.
Baca Juga:  Menilik Potensi Pohon Aren

 

Sumber: Buku Kayu Jati Paduan Budi Daya dan Prospek Bisnis

loading...
loading...