Pengairan Sawah Lebih Hemat dengan Sistem Irigasi Pivot

Pertanianku — Irigasi merupakan aliran sungai buatan yang dibuat manusia untuk mengaliri area persawahan agar tidak kering ketika kemarau. Ada beberapa sistem irigasi yang digunakan petani untuk mengupayakan sawah mereka tetap basah meski harus melalui musim kemarau.

sistem irigasi
Foto: Shutterstock

Pasalnya, jika sedang kemarau, akan sangat sulit untuk membasahi area sawah untuk menjaga kelembapan tanah. Musim kemarau seringkali membuat panen menjadi gagal karena tanah kering dan tandus, padi yang mereka tanam pun ikut mati karena tidak ada asupan air untuk berkembang.

Pembuatan irigasi memang sangat dibutuhkan karena jarak antara sungai dan persawahan kadang sangat jauh. Oleh karena itu, dibuat saluran irigasi dengan bantuan pompa.

Pompa akan menyedot air yang ada di sungai dengan pipa paralon, kemudian air telah disedot akan langsung dialirkan menuju bak penampungan. Selanjutnya, bak penampungan tersebut akan mengalirkan ke setiap irigasi yang sudah dibuat sedemikian rupa.

Sistem irigasi ini terkadang belum cukup efektif untuk mengaliri persawahan, irigasi ini hanya mengandalkan sistem mengalir. Jika terdapat hambatan pada saluran irigasi, air tidak akan sampai ke tempat area persawahan yang jauh dari irigasi.

Semakin berkembangnya teknologi, negara-negara maju telah membuat sistem irigasi yang modern yang bernama sistem irigasi pivot. Teknologi ini merupakan sistem irigasi yang efisien dalam penggunaan air. Sistem irigasi yang ada di Indonesia biasanya hanya dapat mengaliri air dari dataran tinggi ke dataran yang lebih rendah untuk mengaliri area sawah.

Teknologi ini juga dapat menjangkau dataran tinggi untuk membantu proses irigasi dengan mudah dan efisien. Selain itu, dapat menghemat sumber daya alam dan pengehematan tenaga manusia dan alat ini dapat bertahan hingga waktu 30 tahun.

Baca Juga:  Beragam Cara Mengatasi Hama Ulat Jagung Manis

Teknologi ini bisa dibilang seperti hujan buatan karena dalam mengirimkan air untuk tanaman akan sama seperti hujan sehingga air akan membasahi daun serta tanah. Teknologi ini menggunakan pipa sebagai media penyemprotnya dan memiliki roda yang bisa dipindah-pindah.

Pipa akan berputar untuk menyiramkan pada tanaman, kemudian akan maju secara perlahan-lahan untuk membasahi tanaman yang ada di depannya hingga selesai. Panjang alat ini sangat beragam tergantung luas area sawah atau ladang.

Loading...