Pengangkutan Benih Patin

Pertanianku – Pengangkutan benih patin dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni pengangkutansecara terbuka dan tertutup. Pengangkutan tertutup adalah pengangkutan ikan hidup dengan menggunakan  kantong plastik secara tertutupsehingga tidak ada persinggungan antaraair dalam wadah dengan udara luar. Oleh karena itu, kelangsungan hidup ikan  tergantung pada kondisi alat pengangkut (kantong plastik). Kebutuhan oksigen ikanselama pengangkutan disediakan dengan cara memasukkan oksigen murni ke dalam  kantong pengangkutan.

Pengangkutan Benih Patin

Sedangkan pengangkutan terbuka yaitu pengangkutan benih patin dengan menggunakan wadah tertentu dan patin yang diangkut langsung berhubungan atau bersinggungan antara udara dengan air media pengangkutan. Pengangkutan benih patin sistem terbuka biasanya menggunakan drum atau tong plastik berkapasitas 200 l.

Loading...

Untuk mempertahankan oksigen terlarut, perlu ada tambahan aerasi. Jika waktu tempuh perjalanan ke tempat tujuan lebih dari 10 jam, perlu dilakukan penggantian air. Pengangkutan dengan sistem terbuka ini lebih cocok untuk benih dengan ukuran relatif besar (≥1 inci). Pengangkutan benih patin yang masih berukuran kecil (ukuran larva sampai ukuran 1 inci) dapat dilakukan menggunakan pengangkutan sistem tertutup. Namun, benih patin mulai dari ukuran 2 inci sampaiukuran konsumsi, sebaiknya diangkutmenggunakan pengangkutan sistem terbuka. Hal ini karena patin ukuran di atas  2 inci telah memiliki duri keras atau patil sehingga dikhawatirkan akan merobek kemasan plastik.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Agribisnis Patin

Baca Juga:  Lokasi yang Cocok untuk Pembenihan Ikan Lele
Loading...
Loading...