Pengawetan Embrio Kambing dan Domba


Pertanianku – Selama interval penampungan dan pemindahan, diperlukan langkah pengawetan embrio agar tidak mengalami kerusakan. Adapun teknik pengawetan embrio ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

Pengawetan-Embrio-Kambing-dan-Domba

 

1) Embrio dilarutkan dalam larutan Dulbecco’s PBS ditambah serum kambing (pH 7,2). Dalam suhu kamar, embrio dapat disimpan selama 3—4 jam. Bila disimpan pada suhu 5° C, embrio dapat tahan sampai dua hari.

2) Embrio dibekukan dengan cara ditambah kultur medium (seperti di atas) dan ditambah gliserol, kemudian distabilkan selama 20 menit. Embrio dimasukkan ke straw ukuran 0,25 ml, lalu dibekukan dalam alkohol batch (alkohol ringan yang tidak meracuni) pada suhu -5° C selama 10 menit. Setelah itu, suhu diturunkan hingga -32° C dengan kecepatan 0,3° C/menit. Kedaan ini dipertahankan selama 10 menit. Setelah itu, straw diambil dan disimpan di N2 cair pada suhu -196° C. Dalam penyimpanan tersebut, embrio dapat bertahan 1—8 bulan.

Apabila akan digunakan, embrio beku ini harus dicairkan dahulu. Caranya sebagai berikut.

1) Straw yang berisi embrio direndam ke dalam air (water bath) pada suhu 30° C selama 15 detik.

2) Embrio dikeluarkan dari straw, kemudian dilarutkan dengan gliserol di atas cawan petri.

3) Embrio diencerkan dengan larutan sukrosa selama 10 menit.

4) Embrio dicuci dengan PBS yang ditambah 20% serum kambing/ domba. Pencucian ini dilakukan sebanyak tiga kali selama 10 menit.

 

Sumber: Buku Teknik Pembibitan Kambing dan Domba

Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!
loading...
loading...