Pengelolaan Air Kunci Sukses Budidaya di Lahan Rawa

Pertanianku— Pengelolaan air pada lahan rawa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan saat budidaya di lahan rawa. Hal ini karena rawa identik dengan kondisi air dan tanah yang cepat berubah.

budidaya di lahan rawa
foto: http://balittra.litbang.pertanian.go.id/

Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Khairil Anwar menjelaskan bahwa pengelolaan air yang baik dapat meminimalkan penurunan kualitas tanah sekaligus meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi. Dengan begitu, pengelolaan air yang baik dapat mendukung program pemerintah dalam mengembangkan lahan rawa berkelanjutan.

Khairil menyampaikan pada bimbingan teknis Pengelolaan Air di Lahan Rawa Pasang Surut untuk Budidaya Padi bahwa penerapan semua komponen teknologi dalam budidaya padi membutuhkan pengaturan tinggi muka air (TMA) petak sawah. Untuk mengendalikan tinggi muka air, dibutuhkan dukungan infrastruktur/sarana tata air mikro.

Khairil juga menjelaskan pentingnya tanggul untuk mengendalikan tinggi air serta pintu air untuk memperlancar aliran air untuk mencegah keracunan besi dan alumunium. Tanggul tersebut dibuat mengelilingi petak sawah agar air tidak bisa keluar-masuk sembarangan. Tinggi tanggul harus dibuat lebih tinggi dari genangan tertinggi di sawah yang biasa terjadi di musim hujan. Selanjutnya, lebar tanggul dibuat sekitar 1—1,5 meter agar mampu menahan rembesan.

Menurut Khairil, tanggul tersebut juga bisa berfungsi sebagai jalan usaha tani dan digunakan untuk menanam sayur-sayuran.

Tanggul tersebut terbuat dari tanah liat untuk meminimalisir rembesan. Saluran hasil galian akan berfungsi sebagai saluran irigasi/drainase/penyangga. Saluran air untuk keluar dan masuk digunakan untuk memperlancar gerakan air di petak sawah.

Tinggi permukaan air dan kualitas air di petak sawah dapat dikendalikan dengan pintu pengendali tinggi muka air di saluran tersier/sekunder. Pintu tersebut berada di depan hamparan sawah.

Baca Juga:  Indonesia dan Belgia Jalin Kerja Sama di Bidang Peternakan

“Pintu air dapat dibuat dari bahan kayu, semen, atau pipa paralon di petak sawah. Pipa paralon lebih praktis dan lebih mampu menekan rembesan. Selain itu, dibutuhkan elbow/knee dan pipa penutup, penutup bisa dimodifikasi,” papar Khairil seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.