Pengelolaan Tenaga Kerja Peternakan Ayam

Pertanianku – Dalam usaha peternakan ayam, baik itu ayam ras maupun ayam kampung, harus disadari bahwa itu bukan merupakan pekerjaan padat karya. Peternakan ayam tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Hal ini disebabkan oleh sifat kerja di peternakan yang konstan dan temporer atau sibuk sesaat saja. Walaupun dipakai sistem kelompok dan tiap kelompok ada beberapa kandang, tetap saja tenaga kerja yang dibutuhkan tidak banyak. Hal yang terpenting adalah mengatur kerja yang harus dilakukan sesuai fungsi pengarahan itu. Jadi, bukan jumlah tenaga kerja secara kuantitatif yang dibutuhkan, tetapi segi kualitasnya yang lebih berperan.

Pengelolaan Tenaga Kerja Peternakan Ayam

Mengatur kerja dalam peternakan artinya menjalankan tiap struktur organisasi peternakan secara seimbang dan terpadu. Misalnya, kesehatan, produksi, dan makanan harus seimbang. Siapa pun tenaga kerja yang dipekerjakan di peternakan, hendaknya diberi pengarahan terlebih dahulu. Beberapa pengarahan yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut.

1.Memberitahukan dahulu situasi kerja di peternakan

Hal ini berguna untuk membangkitkan motivasi pekerja. Bila peternakan dikelola sendiri, sejak awal kita harus sudah siap dengan situasi di peternakan. Peternakan bukan kantor mewah dan berhawa sejuk, tetapi yang dihadapi adalah nyawa yang tidak dalam kekuasaan peternak.

  1. Langkah kedua adalah memberitahukan hak dan

kewajiban pekerja dengan jelas, tak terkecuali pekerja dari anggota keluarga sendiri Hal ini sering menjadi kelemahan di banyak peternakan. Akibatnya, banyak pertengkaran hanya karena masalah sederhana dan menimbulkan akibat buruk terhadap ayam.

  1. Melatih dan membimbing dahulu pekerja sebelum dilepas

Di sinilah pengendalian dan pengarahan di kandang mulai berjalan. Sekalipun pekerja itu sudah berpengalaman atau bahkan seorang pakar, sebaiknya tetap diberikan latihan dan bimbingan. Hal ini dimaksudkan agar keinginan pekerja dengan keinginan pemilik peternakan dapat sejalan. Pekerja diberi kepercayaan dan kesempatan untuk maju. Jangan sampai pekerja melakukan kesalahan sedikit sudah dimarahi habis-habisan. Apabila pekerja kandang salah, itu cermin dari koordinasi yang buruk dari pengelola peternakan sendiri. Jadi, jangan melimpahkan kesalahan kepada tenaga kerja di kandang bila organisasi di peternakan memang acak-acakan. Kreativitas pekerja kandang perlu ditumbuhkan sebab dengan kreativitas ini pekerja dapat mengatasi permasalahan yang muncul di luar dugaan.

Baca Juga:  Bijak Menggunakan Antimikroba untuk Mencegah Resistensi

Pemberian upah pekerja peternakan ada beberapa cara antara lain sebagai berikut.

  1. Gaji untuk pegawai atau pekerja tetap, termasuk peternak yang bekerja sendiri. Umumnya, peternakan ayam kampung memakai cara ini karena banyak yang bekerja sendiri ditambah tenaga tetap dari keluarga.
  2. Upah atau honor. Cara ini digunakan untuk tenaga tidak tetap atau tenaga bantu seperti tenaga keluarga yang tidak tetap, misalnya, ketika membantu vaksinasi.
  3. Sistem bonus. Pemberian bonus dimaksudkan untuk merangsang karyawan atau pekerja bila melampaui target.

Akan tetapi, hal ini agak sulit diterapkan untuk peternakan ayam kampung, mengingat produksi ayam kampung tidak sebanyak ayam ras.

Sistem upah pada peternakan ayam kampung disesuaikan dengan sifat dan kemampuan peternakan. Karena ayam kampung dan juga peternakan unggas pada umumnya bukan suatu pekerjaan padat karya, peternak ayam kampung yang mengelola peternakannya sendiri tetap harus dihitung upah atau gaji yang diterima. Karena kerja peternak itu tetap mempunyai nilai, walaupun itu peternakannya sendiri.

 

Sumber: Buku Beternak Ayam Kampung

 


loading...