Pengembangan Walet di Dunia

0

Pertanianku – Sarang walet sudah dikenal sebagai sumber makanan yang lezat sejak ratusantahun yang lalu. Bangsa Cina adalah yang pertama kali mempopulerkan sarang walet ke seluruh d unia. Pada masa Dinasti Ming berkuasa (1368— 1644), masakan sarang walet sudah sangat terkenal. Di Cina, sebenarnya sarang walet jarang ditemukan dan termasuk barang langka.

Perkembangan Walet di Indonesia

Untuk mendapatkan sarang walet, orang Cina harus melintasi ombak Laut Cina Selatan yang terkenal ganas. Ratusan tahun yang lalu, walet banyak membangun sarangnya di gua-gua karang pantai Laut Cina Selatan. Perdagangan bangsa Tionghoa dari dulu sudah merambah ke seluruh penjuru dunia, termasuk juga sarang walet sebagai barang dagangannya. Dengan demikian, pedagang Cina yang berjualan ke negara lain memperkenalkan sarang walet ke daratan Eropa, Amerika, dan benua lainnya sebagai komoditas eksklusif. Oleh karenanya, masyarakat keturunan Cina di seluruh dunia juga ikut andil dalam mempopulerkan sarang walet.

Pedagang Cina bersedia membeli sarang walet dengan harga tinggi. Oleh karena itu, pemburu sarang walet mulai banyak bermunculan di daerah-daerah yang banyak terdapat gua walet. Daerah pantai benua Asia menjadi terkenal karena banyak gua walet, terutama di Asia Tenggara. Pantai-pantai di Thailand, Malaysia, dan Indonesia mempunyai puluhan sampai ratusan gua yang dihuni oleh walet. Sebuah gua dapat dihuni oleh ratusan ribu sampai jutaan walet karena walet memiliki sifat hidup berkoloni.

Gua Niah di Serawak, Malaysia, misalnya, pernah dihuni oleh sekitar dua juta ekor walet. Tingginya permintaan dan harga walet di dunia membuat banyak pihak, baik produsen atau pengumpul dan pedagang, untuk membisniskannya. Permintaan yang tinggi ini dikarenakan rasanya yang enak dan khas dari sarang walet ketika dijadikan makanan. Selain itu, sarang walet juga dipercaya mengandung khasiat di bidang pengobatan dan mampu meningkatkan gengsi bagi yang mengkonsumsinya.

Permintaan sarang walet paling besar di dunia yaitu berasal dari negara Cina dan Hongkong. Penduduk kedua negara ini rata-rata mengonsumsi sarang walet untuk makanan dan obat. Negara lain yang membuka sarang walet untuk masuk ke negaranya yaitu Jepang, Thailand, Malaysia, Taiwan, dan Singapura. Indonesia merupakan salah satu negara eksportir walet terbesar, mencapai 75% dari total sarang walet yang berada di dunia. Negara lain yang mengekspor sarang walet yaitu Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Burma, Cina, Vietnam, dan Malaysia. Singapura dan Amerika Serikat hanya mempunyai sarang walet dari alam dalam jumlah sedikit. Kedua negaraini tidak menghasilkan budi daya walet rumahan. Dengan demikian, kemungkinan kedua negara ini dalam melakukan ekspor sarang walet hanya berperan membeli dari negara lain, kemudian menjual kembali.

Di dunia perdagangan international, komoditas sarang walet dikenal dengan sebutan “bird’s nest”. Komoditas ini terdaftar dengan nomor SITC (Standard International Trade Classification) 0980820. Nomor ini mengalami perubahan menjadi 09892000 sejak tahun 1989. Harga sarang walet di pasaran dunia didasarkan pada kualitasnya. Harga ini berfluktuasi, tergantung dari permintaan, penawaran barang, perbedaan kurs mata uang, dan peristiwa tertentu; seperti

perayaan imlek, akhir tahun, dan Moon Cake Festival. Perkembangan harga sarang walet dari tahun ke tahun sebenarnya mengalami peningkatan terus. Akan tetapi, diduga banyak eksportir yang memalsukan harga sesungguhnya pada dokumen resmi ekspor dengan maksud menghindari pajak dan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun, faktor supply dan demand tetap berlaku dalam penentuan harga sarang walet.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Walet

 

loading...
loading...