Pengertian Lahan Sawah Pasang Surut

PertaniankuLahan sawah pasang surut adalah lahan sawah yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut sebagai sumber pengairannya. Pada malam hari saat air laut mulai pasang, petani perlu mengatur jumlah air yang akan masuk.

lahan sawah pasang surut
foto: pixabay

Anda dapat menjumpai lahan sawah pasang surut di sekitaran pesisir dan beberapa lokasi tertentu seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Biasanya, petani akan menanam saat musim kemarau pada Juli hingga September, saat itu air laut akan menyusut.

Sementara itu, pada Desember hingga Mei, lahan persawahan tidak bisa digunakan karena debit air sudah mulai meninggi. Selain itu, pada bulan-bulan tersebut juga bertepatan dengan musim hujan.

Lahah sawah pasang surut memiliki beberapa jenis, di antaranya lahan gambut, lahan salin, lahan sulfat masam, dan lahan potensial.

Lahan salin

Lahan salin merupakan lahan pasang surut yang terintrusi air laut selama lebih dari 4 bulan dalam setahun. Kandungan natrium (Na) dalam air tanah lebih dari 8 persen. Tipologi lahan salin bisa menjadi lahan potensial, sulfat masam atau bergambut.

Lahan sulfat masam

Lahan sulfat masam adalah lahan yang memiliki kadar lapisan pirit atau sulfidik lebih dari  2 persen pada kedalaman kurang dari 50 cm. Lahan sulfat masam terbagi menjadi dua jenis, yaitu lahan sulfat masam potensial dan lahan sulfat masam aktual.

Lahan sulfat masam potensial memiliki lapisat pirit yang belum teroksidasi, sedangkan lahan sulfat masam aktual memiliki lapisat pirit yang sudah teroksidasi dan ditandai dengan adanya horizon sulfidik dengan pH kurang dari 3,5.

Lahan gambut

Lahan gambut adalah lahan yang mengandung karbon organik jenuh air 12—18 persen atau tidak pernah jenuh air dengan kandungan karbon organik sekitar 10 persen.

Baca Juga:  Manfaat Daun Ubi Jalar

Lahan gambut terdiri atas beberapa macam, seperti lahan bergambut dengan ketebalan gambut sekitar 20—50 cm, lahan gambut dangkal dengan ketebalan gambut 50—100 cm, lahan gambut sedang dengan lapisan gambut sekitar 100—200 cm, dan lahan gambut dalam dengan ketebalan lapisan gambut sekitar 200—300 cm.