Penggunaan Keong Mas untuk Mengendalikan Hama Walang Sangit dan Kepik Hitam

Pertanianku — Selama ini keong mas terkenal sebagai salah satu hama yang meresahkan petani padi karena dapat merusak tanaman dan mengakibatkan gagal panen. Namun, sebenarnya hama keong mas berguna untuk mengendalikan beberapa jenis hama tanaman padi lainnya, seperti walang sangit dan kepik hitam.

keong mas
foto: Pertanianku

Walang sangit sering menyerang tanaman padi saat berbunga. Hama akan menusukkan bulir padi dengan rostrumnya, kemudian cairan di dalam bulir padi diisap oleh hama dengan aroma yang sangat khas ini. Serangan tersebut menyebabkan pertumbuhan bulir padi menjadi kurang sempurna, biji bulir tidak terisi penuh, bahkan ada bulir yang menjadi hampa.

Penggunaan keong mas sebagai perangkap untuk mengatasi serangan hama walang sangit dapat menjadi pilihan. Dengan begitu, petani bisa mengurangi penggunaan pestisida kimiawi yang akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Hama walang sangit dan kepik hitam sangat tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan oleh bangkai. Petani bisa memanfaatkan bangkai kepiting, keong mas, kotoran ayam, atau daging busuk.

Karena walang sangit dan kepik hitam tertarik pada bau busuk, daging keong mas yang sudah dikumpulkan dan dicincang halus perlu dibiarkan membusuk selama 24 jam. Daging yang sudah busuk dimasukkan ke botol berukuran 1 liter.

Anda juga bisa menusukkan daging keong mas dengan kawat seperti sate. Agar hama yang terperangkap cepat mati, tambahkan air yang sudah dicampur dengan deterjen hingga ketinggiannya sekitar 10—15 cm.

Botol yang digunakan bisa berupa botol bekas air minum berukuran 0,5—1 liter air. Buatlah lubang memanjang ke bawah pada sisi botol sepanjang 10—15 cm dan lebar 5—7 cm. Agar perangkap tidak kemasukan air hujan, bekas sayatan kedua lubang dilengkungkan keluar mengarah ke atas.

Baca Juga:  Kekurangan dan Kelebihan Budidaya Sayur dengan Teknik Vertikultur

Perangkap keong mas ini dapat dipasang saat tanaman mulai menghasilkan bulir-bulir padi. Anda dapat menggunakan 30 botol untuk satu hektare lahan. Semakin banyak jumlah botol perangkap, akan semakin besar peluang hama tertangkap. Botol-botol tersebut diikat pada tiang bambu, lalu ditancapkan pada jarak 3—5 meter antarperangkap.

 


loading...