Penggunaan Pupuk Organik Saat Ini


Pertanianku – Hasil-hasil kajian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan penggunaan pupuk organik pada kegiatan budi daya pertanian, baik pada tanaman padi, palawija, maupun hortikultura. Namun, jika dicermati, volumepenggunaan pupuk sangat bervariasi, dari 0,9—1,3 ton/ha untuk  padi sawah; 1,0—15,4 ton/ha untuk sayuran; 1,4—30 ton/ha untuk tanaman palawija. Namun, belum jelas pupuk organik yang digunakanmerupakan organik murni atau hanya sebagai suplemen dari pupuk anorganik. Berdasark an rekomendasi pemupukan (Kep. Mentan No.40/ Permentan/OT:140/4/2007), suplemen jerami sebagai pupuk organik mencapai 2 ton/ha untuk budi daya padi. Fenomena ini menunjukkan bahwa pupuk organik yang digunakan belum terukur nilai kandungan nutriennya secara baku.

Penggunaan-Pupuk-Organik-Saat-Ini

Prediksi kebutuhan pupuk dalam negeri akan meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi pangan dan konsumsi. Kecenderungan dominasi pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk NPK dan pupuk organik.

Di satu sisi, berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya penyediaan dan kebutuhan pupuk anorganik adalah semakin mahal dan langkanya bahan baku karena diramalkan akan terjadi defisit pasokan pupuk di kawasan Asia Tenggara (Tabel 1). Untuk itu, pengembangan pupuk organik yang berkualitas dengan kandungan nilai nutrien yang terukur sangat dibutuhkan. Namun, untuk  realisasinya, diperlukan adanya dukungan dari pemerintah yang komprehensif, konsisten, dan keberpihakan pada kepentingan yang lebih hakiki.

Salah satu yang dapat menjadi kendala pada produksi pupuk (kompos) yang berkualitas adalah tingginya HPP (Harga Pokok Produksi) jika pupuk diproduksi dalam jumlah besar. Besarnya biaya terutama untuk transpotasi bahan baku ke tempat pengolahan. Selain itu, untuk memproduksi kompos berkualitas, memerlukan waktu pemeraman satu sampai tiga bulan. Faktor ini menyebabkan biaya produksi menjadi besar. Demikian pula biaya investasi untuk lahan operasional yang cukup luas. Akibatnya, harga jual menjadi tinggi. Begitu pula dampak pemakaian pupuk hasil pengomposan tidak langsung terhadap tanaman karena sifatnya hanya sebagai pembenah tanah sehingga kalah jika dikompetisikan dengan pupuk anorganik yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Apalagi volume pemupukan organik juga lebih besar dibandingkan pupuk anorganik.

Baca Juga:  Kementan: Meski Paceklik Pasokan Beras Tetap Aman

Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan Pupuk Organik

loading...
loading...