Penggunaan Pupuk Pada Hidroponik


3 Alasan Bertanam Secara Hidroponik

Pertanianku – Berikut adalah seputar penggunaan pupuk pada hidroponik:

  1. Media tumbuh

Media tanaman berguna penopang akar untuk tumbuh. Dalam sistem hidroponik NFT, media tanamnya bukanlah tanah, tetapi lubang tanam. Pupuk diberikan kepada sayuran untuk tumbuh dan berkembang. Dalam hidroponik, istilah pupuk disebut nutrisi. Perlu perhitungan yang cermat jumlah dari masing-masing unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Hal ini bukan sesuatu yang mudah. Namun, pekebun tidak harus susah dengan semua hitungan itu karena bisa menggunakan nutrisi siap pakai.

  1. Nutrisi lengkap

Nutrisi hidroponik adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut diformulasi secara khusus, sesuai jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Nutrisi hidroponik terdiri atas unsur makro dan mikro yang berbentuk garamgaram mineral yang larut 100% pada air.

  1. Bentuk larutan

Pupuk hidroponik harus larut sempurna. Hindari bahan baku yang memiliki daya larut rendah. Apabila berdaya larut rendah dimasukkan ke dalam air, akan muncul endapan berupa butiran yang dapat tersedot pompa, lalu masuk melalui selang dan terdistribusi ke talang. Endapan ini dapat menumpuk di selang sehingga menghambat aliran air. Akibatnya, sayuran terancam mati.

  1. Bahan baku

Hidroponik sistem NFT membutuhkan pupuk dengan daya larut yang baik agar tidak ada endapan yang muncul jika dimasukkan ke dalam air. Bahan-bahan itu dibeli di toko kimia, bukan dibeli di toko saprotan. Di toko kimia, bahanbahan pupuk dijual dalam bentuk cair. Bahan berbentuk kristal, semisal pupuk SP-36 yang dapat dibeli toko saprotan dapat menyebabkan butiran.

  1. Unsur-unsur penting

Ada 12 jenis bahan kimia yang biasa dipakai. Semuanya mengandung unsur yang berguna bagi sayuran. Dari 12 unsur tersebut, ada enam unsur utama, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan sulfur (S). Karena jumlahnya banyak, unsur utama disebut unsur makro. Sementara itu, unsur-unsur lain disebut unsur mikro karena dibutuhkan dalam jumlah sedikit Unsur-unsur itu antara lain boron (Bo), cuprum (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), dan molibden (Mo).

  1. Komposisi
Baca Juga:  Inovasi Pie Labu Bening Viral di Dunia Maya

Istilah unsur makro dan unsur mikro ini merujuk pada komposisinya, jumlah, dan dosis yang diberikan untuk sayuran. Unsur makro harus lebih banyak karena memang dibutuhkan sayuran dalam jumlah banyak. Jumlah unsur mikro cenderung sedikit. Meski demikian, masing-masing unsur tersebut memegang peranan penting dalam pertumbuhan sayuran. Oleh karena itu, manfaat dan gejala kekurangannya perlu dipahami untuk menekan risiko kegagalan.

 

Sumber: Buku Hidroponik Sayuran

 

loading...
loading...