Pengobatan 12 Penyakit Ikan Koi

PertaniankuPenyakit ikan koi menjadi salah satu tantangan pemeliharaan ikan air tawar ini. Penyakit ini bisa terjadi karena koi terjangkiti kutu, bakteri, atau virus. Akibatnya bisa beragam. Mulai dari menurunnya nafsu makan, ikan menjadi sakit, bahkan kematian. Berikut ini pengobatan yang bisa dilakukan terhadap 12 penyakit pada ikan koi.

Penyakit ikan koi
Foto: dok. Pertanianku

Fishlice atau kutu ikan

Kutu yang menyerang berasal dari genus Argulus dan Ergasilus. Kutu ini menempel pada kulit ikan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian 1 gram demilin per 1 ton air atau menggunakan masoten dengan dosis 0,3—0,5 gram per ton air.

Loading...

Anchor worm atau kutu jarum

Kutu jarum menyerang tubuh koi dengan cara menghisap darah dan cairan tubuhnya. Pengobatan bisanya dilakukan dengan mencabut kutu jarum dengan menggunakan pinset. Luka bekas kutu tersebut diolesi dengan yodium tincture. Penggunaan masoten dengan dosis 0,3—0,5 gram per ton air digunakan untuk membunuh larva kutu.

Fin rot

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Flexibacter collumnaris. Dampak terburuk adalah ikan koi mati setelah sirip ekor dan ujung sisiknya rusak. Pengobatannya menggunakan obat yang mengandung nifurpirinol, nitrofurazone, phenoxyethanol, chloramine, dan benzalkronium klorida.

White spot disease

Disebabkan oleh Ichthyopthyrius multifilis, gejalanya berupa bintik kecil warna putih yang menyerang bagian sirip hingga insang. Penyakit ini sangat populer. Pengobatannya dengan penambahan 0,5 gram methelen blue dalam 1 ton air. Pemberian garam sebanyak 5 kilogram per ton air selama 6 hari juga bisa mengurangi pemberantasan white spot disease.

Koi herpes virus (KHV)

Virus ini menyebabkan ikan koi menjadi lesu dan muncul bintik putih pada insang. Penyakit ini mudah menyebar. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam. Vaksin diberikan dengan mengambil dari DNA koi yang kebal.

Aeromonas

Gejala yang muncul adalah sisik membengkak dan sering terangkat. Penyakit ini diobati dengan melakukan karantina ikan koi. Koi kemudian direndam dengan antibakteri biotac 10 mililiter tiap 1.000 liter air.

Parasit lernaea

Parasit lernaea atau cacing jangkar bisa menjangkiti seluruh tubuh ikan, termasuk insang. Penanganannya dengan menggunakan larutan formalin 25 ppm selama 10 menit. Pengulangan 2—3 kali setiap dua hari dengan cara pemandian. Zat lain yang digunakan adalah diphterex seperti pada pengobatan akibat kutu ikan.

Jamur

Jika kolam kotor dan kondisi koi sedang mengalami luka, jamur sangat rentan menyerang ikan. Pengobatan akibat ini bisa dilakukan dengan pencelupan dalam larutan NaCl konsentrasi 1,5—2,5 persen. Bulu-bulu halus jamur dicabut dengan mengolesnya memakai kapas yang diberi obat merah. Ikan dimandikan dengan larutan mona-furacin.

Cloud eye atau mata berkabut

Penyakit ini ditandai dengan memutihnya selaput mata. Penyebabnya beragam, mulai dari kadar amonia yang tinggi, obat yang tidak sesuai, atau kurang vitamin. Cara mengatasinya dengan antibiotik.

Penyakit gelembung renang

Pembengkakan usus yang menekan gelembung renang bisa menyebabkan penyakit ini. Cara menghindarinya dengan mencegah pemberian pakan yang mudah mengembang dan banyak mengandung lemak.

Penyakit balon gas

Memasuki musim panas dan kemarau, penyakit ini rawan menyerang. Selain itu, air yang jenuh oksigen juga jadi pemicu. Mengatasi penyakit balon gas dilakukan dengan menambahkan air ke kolam, membuat teduhan, dan mengontrol aerasi.

Busuk mulut

Busuk mulut ditandai dengan rontoknya bagian mulut. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Cara mengatasi penyakit busuk mulut dengan pemberian bakterida dan fungisida sekaligus bisa dilakukan sebagai pengobatan. Perendaman dengan phenoxyethanol diketahui efektif.

Loading...
Loading...