Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Cabai


Pertanianku – Pengolahan tanah untuk lahan pertanaman cabai taiwan (TW) sebenarnya sama dengan cabai besar pada umumnya. Pengolahan tanah diawali dengan pembajakan tanah. Selanjutnya tanah digaru agar butiran tanah menjadi lembut. Kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m; panjang 10 m; dan tinggi 15—20 cm (untuk daerah yang bercurah hujan tinggi dianjurkan 30—40 cm). Jarak antarbedengan bervariasi, tetapi dianjurkan 50—70 cm terutama di daerah yang banyak hujan.

Pengairan dan pemupukan Tanaman Cabai

Untuk daerah kering atau bila penanaman dilakukan pada musim kemarau, ketinggian bedengan bisa mencapai 15—20 cm atau bahkan 30 cm. Sementara itu, jarak antarbedengan (parit atau selokan) cukup 30-an cm. Jarak ini lebih rendah/lebih sempit karena pada musim kemarau bedengan cepat mengering akibat penguapan yang tinggi. Dengan bedengan yang rendah dan jarak antarbedengan lebih sempit bisa mengurangi penguapan tersebut, khususnya pada lahan pertanaman jauh dari sumber air. Ukuran bedengan ini sangat membantu dalam hal tenaga kerja dan penyiraman.

Kemudian tanah bedengan diberi kapur dolomit sebanyak 0,3—0,4 kg sampai 3—4 kg per bedengan. Dosis tersebut berdasarkan pengalaman petani Bobotsari dan Magelang. Rincian lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 14.

Dolomit dicampur dengan tanah bedengan sampai merata. Setelah itu, bedengan dibiarkan selama satu minggu. Bila tidak turun hujan, bedengan tetap disiram setiap hari sampai bedengan dalam kondisi cukup basah. Setelah satu minggu, tanah bedengan diberi pupuk kandang. Satu minggu kemudian baru diberi pupuk buatan. Dalam hal pemupukan dapat menggunakan cara yang digunakan oleh petani cabai di daerah Bobotsari dan Magelang.

  • Pengalaman dari Bobotsari: pupuk organik (kandang, kompos, dll.) 60 kg/bedengan; pupuk anorganik campuran ZA, TSP, KCl (perbandingan 3 : 2 : 1 atau 2 : 2 : 1) ditambah dengan KNO3 sebanyak ¼ bagian dari jumlah KCl. Dosis semua pupuk ini adalah 3—4 kg/bedengan.
  • Pengalaman dari Magelang: pupuk organik (kandang, kompos, dll.) setebal 2—3 cm. Lahan seluas satu hektar memerlukan kurang lebih 15 ton pupuk organik, 60 kg urea, 60 kg TSP, dan 30 kg KCl.
  • Dalam hal pemupukan, tanah bedengan perlu dicangkul agar semua dapat bercampur secara merata. Pencangkulan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul model garpu.
  • Selain itu, perlu juga dicampurkan pestisida ke dalam tanah bedengan agar tanah bedengan menjadi sehat. Untuk mengirit jumlah pemakaiannya, pestisida cukup dimasukkan ke dalam lubang tanam. Jenis pestisida yang digunakan adalah pestisida yang bersifat sistemik, yaitu untuk mencegah kemungkinan datangnya serangan hama dan penyakit. Dosis penggunaanya dapat mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasaan.
Baca Juga:  Cara Menanam Kemangi Secara Hidroponik

 

Sumber: Buku Bertanam Cabai di Lahan dan Pot

loading...
loading...