Pengontrolan Air Kolam Lele


Pertanianku – Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan pada usaha yang sedang dijalankan, pengontrolan terhadap kondisi kolam dan air kolam, baik kualitas maupun kuantitasnya harus dilakukan. Ikan akan tumbuh maksimal jika kondisi air sebagai tempat hidupnya mendukung untuk pertumbuhannya. Pengontrolan air yang dilakukan bertujuan untuk menyediakan lingkungan tumbuh yang optimal sehingga pertumbuhan ikan maksimal.

Pengontrolan Air Kolam Lele

Prinsip pengelolaan air pada dasarnya adalah mengganti air kolam yang sudah kotor akibat sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam dan kotoran ikan dengan air yang baru yang mengandung banyak oksigen. Pergantian air kolam dilakukan secara berkala, yaitu 2—3 minggu atau jika kualitas air dirasa sudah mulai menurun. Caranya, air yang sudah kotor dikeluarkan 30—50% bagian dan diisi dengan air baru. Air yang dikeluarkan adalah air di bagian dasar kolam yang berisi kororan dan sisa-sisa pakan yang membusuk.

Selain proses penggantian air, proses penambahan air juga perlu dilakukan. Bila ketinggian air kolam terlihat berkurang, berarti ada bocoran pada pematang kolam (kolam tanah) dan harus segera diperbaiki agar ketinggian air dapat dipertahankan. Air yang masuk ke kolam harus kontinu dengan debit air sekitar 0,25—0,50 l/  detik. Kontinuitas aliran air ini berfungsi untuk mengganti air yang hilang akibat penguapan terutama di musim kemarau (kolam terpal) atau rembesan (kolam tanah).

 

Sumber: Buku Panen Lele Secara intensif

 

Baca Juga:  3 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Budidaya Lele Dumbo