Pengusaha Pupuk Terus Berinovasi Ikuti Perkembangan Zaman


Pertanianku — Tanaman tidak akan bisa tumbuh dengan baik dan petani tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa adanya pupuk. Pupuk yang baik ialah pupuk yang bisa meningkatkan produksi tanaman. Soal makanan tanaman ini, para pengusaha pupuk terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman agar usahanya dapat terus berjalan.

pengusaha pupuk terus berinovasi
Foto: Shutterstock

Kurnia Rizki Ikawati, Marketing Executive PT Pupuk Kalimantan Timur mengatakan, perkembangan pupuk saat ini cukup pesat dan banyak pupuk asing yang masuk karena diberlakukannya MEA.

“Jadi banyak sekali pupuk pesaing dari luar terutama dari Cina. Itu adalah tantangan untuk industri pupuk di Indonesia khususnya yang holding pupuk Indonesia,” kata wanita yang akrab disapa Riska itu saat ditemui di acara Seminar dan Pameran Replanting & Meningkatkan Produktivitas Kelapa Sawit, di Jakarta, Selasa (21/2).

Selain itu, persoalan yang dihadapi pengusaha pupuk Indonesia tak hanya pada persaingan dengan produk luar negeri, tapi juga tentang pilihan petani. Seperti kita ketahui, saat ini para petani banyak yang beralih untuk menggunakan pupuk yang lebih aman dan ramah lingkungan. Mereka biasanya membuat kompos atau pupuk hayati dan mengolahnya sendiri.

Menanggapi hal itu, Rizka menuturkan bahwa Pupuk Kaltim mensiasatinya dengan mengikuti perkembangan. Mereka bahkan mengeluarkan produk pupuk yang ramah lingkungan.

“Kita ada produk baru yang berhubungan dengan ramah lingkungan, yaitu memperbaiki tanah lagi, inovasi kami adalah ecovert (pupuk hayati) keunggulannya itu pupuk organik, tapi mengandung hayati jadi ada bakterinya. Jadi kita juga berinovasi terus untuk mengejar pasar,” ungkapnya.

Ia menyampaikan pesan untuk para petani agar lebih bijak lagi dalam memilih dan menggunakan pupuk untuk kebun mereka. Sebab, saat ini banyak beredar pupuk yang kurang jelas manfaat dan legalitasnya.

Baca Juga:  Yuk, Buat Pupuk ala Rumahan dengan Cara Ini

“Banyak petani yang dirugikan pada akhirnya, karena mereka mengira pupuk yang dijual itu sudah pupuk yang bermanfaat padahal itu adalah ulah oknum-oknum tertentu untuk mengelabui mereka jadi kasian petaninya,” ujarnya.

“Jadi, sebisa mungkin dalam membeli pupuk petani harus mencermati karungnya dan melihat izin edar terlebih dahulu. Harus membeli pupuk yang benar-benar terjamin kualitasnya,” sambung Rizka.