Pentingnya ‘Anak Kandang’ Untuk Kesuksesan Ternak Broiler


Pertanianku – Tenaga kerja dalam hal ini biasa disebut “anak kandang” merupakan tulang punggung dari pemeliharaan broiler. Pelaksanaan manajemen pemeliharaan broiler yang baik tidak mungkin terlaksana jika anak kandang hanya bekerja setengah hati. Anak kandang harus memiliki sifat “mengasuh” dan penuh kasih sayang terhadap ayam.

Tipe Kandang Ayam Broiler

Pada intinya, mengurus ayam broiler memerlukan perhatian dan penjagaan yang intensif. Anak kandang yang telah menjiwai beternak broiler akan memiliki feeling yang kuat sehingga bila ada sesuatu yang ganjil pada ayam-ayam di kandangnya, pasti akan segera mengetahuinya. Hal itu tentunya menguntungkan karena masalah bisa diketahui sedinimungkin dan dapat segera dicari solusi dari masalah yang muncul.

Berikut adalah tips tentang anak kandang.

a) Carilah anak kandang yang jujur, rajin, tekun, dan menyukai ternak. Tidak perlu mencari anak kandang yang menguasai pemeliharaan broiler. Justru calon anak kandang yang masih polos bisa “dibentuk” sesuai dengan kehendak kita.

b) Memberi perhatian yang lebih baik pada anak kandang maupun keluarganya, terutama jika sudah punya anak. Usahakan kita bisa “merebut” hati anak kandang.

c) Jadilah sahabat yang siap mendengarkan segala keluhannya.

d) Jangan merepotkannya dengan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pemeliharaan broiler.

e) Tingkatkan kesejahteraan hidupnya dengan memberikan upah yang layak.

f) Beri penghargaan jika memperoleh prestasi yang baik dan memotivasinya bila kurang bagus prestasinya.

g) Jika ingin menegur, usahakan jangan pada saat dia sedang bekerja karena bisa membangkitkan emosi dan jangan di hadapan temantemannya.

Untuk membantu pekerja dalam melaksanakan tugasnya, peternak bisa membuatkan jadwal kegiatan agar pekerjaan lebih sistematis dan terencana. Berdasarkan pengalaman, pemberian penghargaan berupa bonus bisa juga dilakukan untuk memotivasi kinerja anak kandang. Bonus bisa berupa bonus FCR, bonus kematian, dan bonus kebersihan. Besarnya bonus disesuaikan dengan prestasi yang dicapai serta kondisi keuangan peternak. Hal yang penting bagi anak kandang sebenarnya bukan jumlahnya, tetapi keinginan untuk bisa menghargai hasil jerih payah mereka. Adanya bonus akan memotivasi anak kandang untuk bersaing demi mendapatkan hasil yang terbaik secara sehat karena peternaklah yang menjadi jurinya.

Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!

 

Sumber: Buku Ayam Broiler, 22 Hari Panen Lebih Untung

 

loading...
loading...