Pentingnya Kontinuitas Bahan Baku pada Bisnis Olahan Lele

Pertanianku – Layaknya bisnis olahan dan kuliner pada umumnya, bisnis olahan lele juga membutuhkan kontinuitas supply bahan baku yang pasti. Jika tidak maka kegiatan produksi tidak bisa berjalan. Konsumen ikan lele segar biasanya lebih memilih ikan yang berukuran sedang, yaitu 8—10 ekor/ Bahan baku.

Pastikan Kontinuitas Bahan Baku

Untuk menghasilkan produk olahan, kontinuitas bahan baku harus terjamin kg. Sementara itu, lele yang berukuran besar biasanya termasuk kategori bekas sortir (BS). Nah, ikan yang termasuk kategori ini bisa dikumpulkan kemudian diolah menjadi berbagai produk olahan yang digemari masyarakat.

Loading...

Pasokan bahan baku bisa diperoleh produsen lele olahan dari peternaknya langsung. Adanya hubungan baik antara keduanya akan mendorong berkembangnya usaha pengolahan produk ikan lele sehingga dihasilkan produk yang aman, bermutu, dan ramah lingkungan dalam rangka menciptakan daya saing. Produk olahan lele lebih menguntungkan karena harganya lebih stabil dibandingkan dengan harga lele segar yang cenderung naik-turun akibat adanya ‘permainan’ tengkulak. Oleh karena itu, diharapkan adanya kerja sama yang baik antara sektor hulu dan sektor hilir guna saling menopang satu sama lain. Dengan demikian, usahanya pun akan berjalan lancar.

Produk yang akan dijual tentunya harus memiliki kualitas, penampilan, dan rasa yang tentunya berbeda dengan produk yang sebelumnya sudah ada. Dalam hal ini, produsen lele olahan dituntut untuk selalu melakukan inovasi agar produknya berbeda dengan yang sebelumnya. Sebagai contoh, produk tepung lele yang dihasilkan oleh PT Carmelitha Lestari, di Bogor. Keunggulan produknya, yaitu satu-satunya tepung ikan yang memenuhi syarat konsumsi, mudah diaplikasi kandalam beberapa produk turunan, serta 100% terbuat dari ikan lele segar. Menurut seorang motivator Indonesia, Tung Desem Waringin, “buatlah nilai tambah pada sebuah produk, lalu sampaikan pada orang yang tepat, dalam jumlah banyak, dengan cara yang tepat, serta pada waktu dan tempat yang tepat pula”. Tepung lele juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan biskuitlele yang berprotein tinggi. Kandungan protein yang tinggi tersebut sangat dibutuhkan oleh balita dalam masa pertumbuhan. Pemberian biskuit lele selama tiga bulan ke balita yang kurang gizi akan menunjukkan ke angka normal.

Baca Juga:  Vaksin Herbal untuk Ayam Buras

 

Sumber: Buku Belajar Dari Kegagalan Bisnis Lele

 

Loading...
Loading...