Pentingnya Kualitas Air Kolam Yang Baik Untuk Lele


Pertanianku – Memang, lele disebut sebagian besar orang termasuk jenis ikan yang bisa hidup di perairan mana saja, bahkan pada kondisi yang buruk. Namun, untuk membuat produktivitas lele optimal diperlukan manajemen kualitas air yang baik. Jika air sebagai media hidup lele sudah terpenuhi maka kelangsungan hidupnya pun akan tinggi.

Kualitas Air Kolam Lele

1.Suhu air berkaitan erat dengan konsentrasi oksigen terlarut serta laju konsumsi pakan. Lele yang dipelihara pada suhu 25°C dan diberi pakan dua kali sehari akan memiliki laju konsumsi pakan lebih tinggi dan pertumbuhannya lebih cepat. Oksigen terlarut agar pertumbuhan ikan normal minimal 5 mg/l.

2. Alkalinitas total menunjukkan total konsentrasi basa dalam air. Air yang sehat dan produktif mengandung total alkalinitas sekitar 40 mg/l. Parameter lain adalah nilai pH yang bersifat mengontrol laju metabolisme dengan mengendalikan aktivitas enzim. Kisaran pH untuk pertumbuhan lele adalah 6,5—8,5.

3.Sumber air yang umum digunakan untuk memelihara lele adalah air sungai, irigasi, saluran air kecil, dan air tanah atau sumur. Sumber air tersebut harus bebas dari pencemaran lingkungan dan rumah tangga. Air tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat meracuni ikan, seperti mengandung sabun atau detergen.

4.Kualitas air juga dipengaruhi oleh konsentrasi zat terlarut yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Pakan yang dikonsumsi oleh lele sebagian diserap tubuh dan sisanya dibuang sebagai feses. Pakan yang diserap tubuh akan diubah menjadi daging dan sebagian lagi dipakai untuk proses metabolisme. Pakan yang tidak dimakan dan feses akan terakumulasi di dasar perairan menjadi limbah yang mengandung amonia tinggi. Secara alami limbah itu akan terurai melalui proses nitrifikasi. Namun, bila jumlahnya terlalu banyak diperlukan penyedotan untuk membuang limbah tersebut.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

5.Untuk air yang bersumber dari sumur atau sungai, sebaiknya ditampung dahulu karena biasanya mengandung banyak kotoran dan unsur besi. Jadi, pembudidaya membuat bak penampungan tersendiri untukmengendapkan zat-zat organik yang tidak dibutuhkan dalam pembesaran lele. Penampungan air bisa dilakukan selama 2—3 hari sebelum dialirkan ke kolam pemeliharaan. Tujuan lain dari penampungan air adalah meningkatkan kandungan oksigen dalam air.

 

Sumber: Buku Paduan Praktis Pakan Ikan Lele

 

loading...
loading...